SOLOBALAPAN.COM – Stadion Jatidiri nyaris menjadi saksi bisu kekalahan tuan rumah sebelum akhirnya Rafinha muncul sebagai juru selamat.
Dalam laga pekan ke-19 Pegadaian Championship 2025/2026, Minggu (15/2/2026), PSIS Semarang berhasil menahan imbang Persela Lamongan dengan skor 1-1 berkat gol dramatis di masa injury time.
Namun, gol debut pemain asal Brasil ini tidak didapatkan dengan mudah. Rafinha harus membayar mahal perjuangannya dengan luka fisik yang cukup serius.
Aksi Heroik di Tengah Tekanan
PSIS sempat tertinggal lebih dulu sejak menit ke-15 melalui gol Hambali Tholib.
Laskar Mahesa Jenar yang tampil menekan sepanjang laga seolah menemui jalan buntu, hingga pelatih Andri Ramawi memasukkan Rafinha di babak kedua.
Pemain pinjaman dari PSIM Jogjakarta ini langsung memberikan dampak instan.
Pergerakannya lincah dan keberaniannya berduel fisik membuat lini belakang Laskar Joko Tingkir kerepotan.
Puncaknya, di menit-menit akhir laga, Rafinha sukses menyambar bola di depan gawang yang merubah skor menjadi 1-1.
Babak Belur Demi Satu Poin
Di balik euforia gol penyeimbang tersebut, kondisi fisik Rafinha menjadi sorotan.
Dalam sebuah benturan keras dengan pemain lawan, bagian mata Rafinha terlihat mengalami pembengkakan yang cukup parah.
Potret kondisi wajah Rafinha yang "babak belur" pun viral setelah diunggah oleh akun Instagram @smgfootball.
”No pain no gain, kerja keras pontang panting hingga babak belur dari Raffa berbuah satu gol debutnya ke gawang Persela, gws bro Raffinha,” tulis akun tersebut.
Solusi Baru Lini Serang PSIS
Penampilan spartan Rafinha langsung menuai pujian dari para suporter PSIS Semarang.
Ia dinilai membawa mentalitas pemenang dan energi baru yang selama ini dirindukan di lini serang PSIS.
Meski hanya meraih satu poin, semangat pantang menyerah yang ditunjukkan Rafinha diharapkan menular ke seluruh skuad untuk menghadapi laga-laga sisa di Pegadaian Championship.
Debut ini menjadi pembuktian bahwa Rafinha bukan sekadar pemain pelengkap, melainkan sosok yang siap "pasang badan" demi lambang keris di dada. (dam)
Editor : Damianus Bram