Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

INSPIRATIF! Perjalanan Karier Rizky Ridho: Sempat Jualan Ayam untuk Tambah Pemasukan, Kini Golnya Bersaing di Puskas Award 2025

Damianus Bram • Jumat, 5 Desember 2025 | 00:25 WIB
Kapten Persija Jakarta Rizky Ridho (kanan).
Kapten Persija Jakarta Rizky Ridho (kanan).

SOLOBALAPAN.COM - Perjalanan karier Rizky Ridho tengah menjadi sorotan setelah gol indahnya masuk nominasi Puskas Award 2025.

Di balik sosoknya yang kini dikenal sebagai bek tangguh Timnas Indonesia dan pilar Persija Jakarta, tersimpan kisah perjuangan yang penuh lika-liku, termasuk harus berjualan ayam untuk bertahan hidup.

Kisah dramatis ini membuat pencapaian globalnya terasa semakin layak diapresiasi.

Gaji Habis untuk Kebutuhan dan DP Haji Orang Tua

Saat baru menandatangani kontrak profesional bersama Persebaya Surabaya, Rizky Ridho mengaku belum sempat memiliki tabungan. Hampir seluruh gajinya habis untuk kebutuhan harian dan membantu keluarganya.

“Benar-benar kaget karena waktu itu belum sempat nabung, cuman habis gara-gara makan dan ngasih orang tua, jadi waktu sempat pegangan uang 400 ribu,” ujar Ridho dalam kanal Youtube Sport77.

Situasinya semakin berat ketika Pandemi Covid-19 melanda dan gajinya harus dipotong 25 persen.

Kondisi makin sulit karena ia sudah mengambil DP untuk persiapan naik haji kedua orang tuanya sebelum pemotongan gaji diberlakukan.

“Jadi di awal gaji dipotong 25 persen saya sudah ambil DP di awal untuk naikin haji orang tua, dan akhirnya lebih sedikit otomatis lagi kalau 25 persen bang,” tuturnya.

Jualan Ayam dan Jadi Kurir untuk Bertahan Hidup

Di tengah tekanan finansial, Ridho tidak tinggal diam. Ia mulai mencari cara untuk menambah pemasukan dengan membantu saudara perempuannya berjualan ayam.

“Akhirnya sampai saya kadang sempat bantuin kakak saudara saya jualan ayam, jadi kayak saya promosiin di Instagram karena lumayan saat itu follower udah 30 ribu, siapa yang beliin ayam saya yang nganter sendiri,” kenangnya sambil tertawa.

Ridho benar-benar turun langsung ke lapangan, bukan sebagai pemain, tetapi sebagai kurir ayam pesanan pelanggan di sela-sela latihan profesionalnya.

Usaha kecilnya membuahkan hasil yang sangat berarti, dengan keuntungan harian mencapai Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu.

“Alhamdulillah satu hari untung 300 ribu, hari kedua 200 ribu lumayan buat tabungan,” kata Ridho.

Dari Pengantar Ayam ke Panggung Dunia

Pengalaman berjualan ayam ini menjadi batu loncatan yang menguatkan mental dan tekadnya sebelum akhirnya tampil sebagai salah satu pemain terbaik Indonesia.

Puncak pencapaian terbarunya datang ketika golnya ke gawang Arema FC resmi masuk nominasi Puskas Award 2025, bersaing dengan pemain top dunia.

Kisah Ridho mengajarkan bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia. Dari mengantarkan ayam ke rumah pelanggan hingga mencetak gol berkelas dunia, ia kini berdiri sebagai bukti hidup bahwa mimpi besar bisa dimulai dari langkah sederhana yang dijalani dengan hati kuat. (dam)

Editor : Damianus Bram
#perjalanan karier #Puskas Award 2025 #persija #persebaya #Rizky Ridho