SOLOBALAPAN, SURAKARTA - Awan mendung menyelimuti perjalanan Persis Solo di penghujung musim kompetisi 2025/2026.
Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi berat berupa larangan menggelar lima pertandingan kandang dengan penonton di Stadion Manahan.
Keputusan ini merupakan buntut dari insiden kericuhan yang melibatkan suporter saat Laskar Sambernyawa melakoni laga tandang melawan Persijap Jepara beberapa waktu lalu.
Meski merasa sebagai pihak yang menjadi korban dalam narasi kerusuhan tersebut, DPP Pasoepati menyatakan tetap menghormati keputusan federasi, namun berkomitmen untuk tidak membiarkan punggawa Persis berjuang sendirian di lapangan.
Daftar Laga Kandang Persis Solo Tanpa Penonton
Sanksi larangan penonton ini mulai berlaku pada bulan April mendatang.
Hal ini tentu menjadi pukulan telak bagi manajemen dan pemain, mengingat Persis Solo sedang berada dalam grafik permainan yang meningkat.
Berikut adalah jadwal pertandingan yang terdampak sanksi:
| Tanggal Laga | Lawan | Status Penonton |
| 12 April | Semen Padang | Tanpa Penonton |
| 22 April | Bhayangkara Presisi Lampung FC | Tanpa Penonton |
| 9 Mei | Persebaya Surabaya | Tanpa Penonton |
| 16 Mei | Dewa United | Tanpa Penonton |
| Awal Musim Depan | TBD | Tanpa Penonton |
Selain larangan kehadiran suporter di tribun, Persis Solo juga dijatuhi denda administratif atas perusakan fasilitas stadion dan aksi saling lempar yang terjadi di Stadion Bumi Kartini, Jepara.
Komitmen Pasoepati: Tetap Mengawal dari Luar Stadion
Presiden DPP Pasoepati, Djodi Purnomo, menegaskan bahwa semangat dukungan tidak akan padam meski pintu tribun Manahan tertutup rapat.
Pihaknya sedang menyusun pola dukungan terkoordinasi agar suara suporter tetap bisa memotivasi pemain dari luar area stadion.
Koordinasi intensif dengan Panpel dan Polresta Surakarta tengah dilakukan untuk memastikan aksi dukungan tetap berjalan tertib.
“Harapan kami suara kami tetap bisa didengar oleh para pemain agar mereka lebih termotivasi. Jika dukungan di sekitar stadion tidak diizinkan, kami akan mengawal keberangkatan tim dari mess atau menggelar nonton bareng di lokasi yang aman,” ujar Djodi.
Ia juga menambahkan bahwa peristiwa di Jepara menjadi pelajaran berharga bagi seluruh elemen suporter Solo untuk terus berbenah demi kebaikan klub.
Sorotan Suporter Terkait Logika Sanksi
Sanksi ini tak luput dari kritik tajam para suporter.
Salah seorang pendukung setia Persis, Beto, menilai adanya kejanggalan dalam penerapan hukuman tersebut.
Menurutnya, insiden yang terjadi di laga tandang (away) seharusnya tidak serta merta mematikan dukungan di laga kandang (home).
“Kalau kejadiannya di Manahan mungkin masih masuk akal. Tapi ini kan kejadiannya di tempat away. Harapannya tim berani mengambil langkah banding,” tegas Beto.
Ia juga menyayangkan kebijakan federasi yang dinilai lebih sering mengandalkan pelarangan daripada mencari solusi komprehensif terkait pengelolaan suporter tandang, seperti yang diterapkan di liga-liga besar Eropa. (nik/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo