SOLOBALAPAN.COM - Kekalahan Persis Solo dari Arema FC di semifinal Piala Presiden pada 31 Juli lalu masih terasa menyakitkan.
Dua gol yang tercipta berasal dari kesalahan pemain Persis, termasuk blunder fatal dari kiper M Riyandi yang menjadi sorotan utama.
Kesalahan tersebut bermula dari back-pass Ricardo Lima kepada Riyandi.
Bola yang coba ditahan Riyandi malah disambar oleh Lokolingoy pada menit ke-58, yang membuat Arema unggul 0-1.
"Orang hanya fokus pada kesalahan. Padahal ada banyak hal positif yang tidak terlihat. Kami memiliki dua peluang, dan Riyandi juga telah menyelamatkan gawang kami dari situasi sulit," kata Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija.
Dia menambahkan bahwa dalam sepak bola, segala kemungkinan bisa terjadi.
Bahkan pemain terbaik dunia seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo pun pernah mengalami kesalahan dalam permainan mereka.
"Sepak bola itu kejam. Kadang kamu tampil lebih baik dari lawan tapi tetap kalah, dan sebaliknya, tim yang bermain buruk bisa saja menang," tambah Milo.
Usai insiden tersebut, Milo mengingatkan pemainnya untuk tidak mengulangi kesalahan serupa. Namun, dia menegaskan bahwa kesalahan itu bukan sepenuhnya salah Riyandi.
"Saya tidak marah. Ketika kalah, kami kalah sebagai satu tim. Ketika menang, kami menang sebagai satu tim. Sepak bola bukan hanya tentang satu orang," ujarnya.
Milo menegaskan keyakinannya terhadap para pemainnya, termasuk Riyandi. Dia memastikan tidak akan mem-blacklist pemain meskipun mereka melakukan blunder.
"Saya percaya pada pemain saya, termasuk Riyandi. Setiap pemain pasti melakukan kesalahan, tapi yang terpenting adalah kami harus belajar dari kesalahan tersebut agar tidak terulang lagi," tambahnya. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo