Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa Dianjurkan Berbuka dengan yang Manis? Ini Hikmah Sunnah dan Manfaat Kesehatannya

Andi Aris Widiyanto

Ilustrasi Berbuka dengan kurma atau makanan manis merupakan sunnah Rasulullah SAW.
Ilustrasi Berbuka dengan kurma atau makanan manis merupakan sunnah Rasulullah SAW.


Advertisement

SOLOBALAPAN.COM – Berbuka puasa adalah momen yang paling dinanti umat Islam setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Di banyak tempat, hidangan manis seperti kurma, kolak, es buah, atau segelas es teh kerap menjadi sajian pertama sebelum menyentuh makanan utama.

Kebiasaan ini bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam sekaligus selaras dengan ilmu kesehatan.

Sunnah Mengawali dengan Kurma

Dalam tuntunan Rasulullah SAW, umat Islam dianjurkan memulai berbuka dengan kurma. Sebuah hadis riwayat Abu Daud dan Tirmidzi menyebutkan bahwa Nabi biasa berbuka dengan kurma basah. Jika tidak tersedia, beliau berbuka dengan kurma kering, dan bila tidak ada pula, cukup dengan meminum air.

Advertisement

Teladan ini menjadi dasar mengapa makanan manis—terutama yang berasal dari gula alami—dianjurkan saat berbuka. Selain itu, Rasulullah SAW juga menekankan untuk menyegerakan berbuka ketika waktu Magrib telah tiba.

Berbuka secara sederhana namun tepat waktu sudah bernilai ibadah dan menghadirkan kebaikan bagi seorang muslim.

Sejalan dengan Ilmu Kesehatan

Dari sisi medis, tubuh yang berpuasa sekitar 12–14 jam mengalami penurunan kadar gula darah sebagai sumber energi utama.

Mengonsumsi makanan manis saat berbuka membantu tubuh memperoleh glukosa dengan cepat sehingga rasa lemas berangsur hilang.

Advertisement

Kurma menjadi contoh ideal. Buah ini mengandung fruktosa dan glukosa yang mudah diserap tubuh, kaya serat, kalium, zat besi, serta antioksidan yang baik bagi pencernaan dan keseimbangan cairan.

Tidak mengherankan jika kurma disebut sebagai “makanan pembuka terbaik” dalam tradisi Islam.

Para ahli gizi juga menyarankan pola berbuka bertahap: diawali makanan ringan yang mudah dicerna, baru kemudian menyantap hidangan utama.

Cara ini membantu lambung beradaptasi setelah lama kosong sehingga mengurangi risiko kembung, mual, atau gangguan pencernaan.

Tetap Mengutamakan Keseimbangan

Baca Juga: Menyayat Hati! Isi Chat Terakhir Lula Lahfah Sebelum Meninggal Terkuak, Sempat Bercanda Soal Reza Arap

Meski dianjurkan, konsumsi makanan manis tetap perlu bijak. Gula berlebih dapat memicu lonjakan kadar gula darah yang justru membuat tubuh cepat lemas setelahnya.

Karena itu, pilihan terbaik adalah manisan alami seperti kurma, madu, atau buah segar dibanding minuman berpemanis berlebihan.

Islam sendiri mengajarkan prinsip tidak berlebihan dalam makan dan minum. Rasulullah SAW dikenal berbuka dengan sederhana, lalu menunaikan salat Magrib sebelum melanjutkan santap utama. Nilai kesederhanaan inilah yang patut diteladani.

Tradisi yang Beragam, Tujuan yang Sama

Di Indonesia, kolak, es buah, dan jajanan pasar menjadi menu khas berbuka. Sementara di Timur Tengah, kurma hampir tak pernah absen dari meja iftar. Bentuknya boleh berbeda, namun esensinya sama: memulihkan energi dengan cara sehat sekaligus mengikuti sunnah Nabi.

Dengan demikian, anjuran berbuka dengan yang manis bukan hanya berdasar ajaran agama, tetapi juga didukung ilmu kesehatan modern.

Melalui kebiasaan ini, umat Islam dapat menjalani puasa dengan tubuh lebih bugar, hati lebih tenang, dan ibadah yang semakin bermakna. (iz/an)

Advertisement

Artikel Terkait

Musim Mangga? Ini 7 Olahan Berbahan Dasar Buah Mangga yang Segar dan Menggugah Selera

Musim Mangga? Ini 7 Olahan Berbahan Dasar Buah Mangga yang Segar dan Menggugah Selera

Mangga salah satu buah tropis favorit di Indonesia. Rasanya yang manis dengan sedikit rasa asam membuat mangga cocok dinikmati langsung maupun diolah dahulu menjadi bebagai hidangan yang menarik dan lezat.

Penasaran dengan Asal-usul Es Pisang Ijo? Yuk, Kenali Hidangan Penutup Khas Makassar Ini

Penasaran dengan Asal-usul Es Pisang Ijo? Yuk, Kenali Hidangan Penutup Khas Makassar Ini

Es pisang ijo kini bisa ditemukan di berbagai daerah. Namun, tahukah kamu kalau sajian ini berasal dari Makassar?

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer