SOLOBALAPAN.COM, JAKARTA – Industri perfilman Indonesia membuka lembaran tahun 2026 dengan catatan prestasi yang gemilang.
Film horor berjudul Alas Roban berhasil mengukuhkan diri sebagai film Indonesia pertama yang menembus angka keramat satu juta penonton pada tahun ini.
Karya terbaru dari rumah produksi Unlimited Production ini sukses menyedot perhatian pecinta film tanah air hanya dalam waktu singkat sejak penayangan perdananya.
Pengumuman resmi mengenai pencapaian fantastis ini disampaikan langsung melalui akun media sosial film tersebut pada Kamis (22/1/2026).
Antusiasme penonton yang tinggi membuktikan bahwa genre horor masih menjadi primadona yang kuat dalam menarik minat masyarakat untuk datang ke bioskop di awal tahun.
Cetak Rekor Satu Juta Penonton di Hari Keenam
Prestasi Alas Roban terbilang istimewa karena angka satu juta penonton tersebut berhasil diraih hanya dalam waktu enam hari penayangan.
Film yang disutradarai oleh sineas tangan dingin, Hadrah Daeng Ratu, ini pertama kali tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 15 Januari 2026.
Dalam unggahannya, pihak produksi menyampaikan rasa terima kasih kepada para penonton yang telah menjadi saksi perjalanan kelam para tokoh di dalamnya.
Manajemen film menyebutkan bahwa lebih dari satu juta orang telah menyaksikan kisah tragis Sita dan Gendis, serta ikut merasakan ketegangan bersama karakter Bu Emah dalam menahan gempuran teror Alas Roban.
Kesuksesan ini juga tidak lepas dari deretan aktor papan atas yang membintanginya.
Nama-nama besar seperti Michelle Ziudith, Taskya Namya, Rio Dewanto, Imelda Therinne, hingga aktor senior Agus Kuncoro berhasil menghidupkan karakter-karakter yang membuat penonton terpaku di kursi bioskop.
Sinopsis Mencekam Perjalanan Malam
Daya tarik utama film ini terletak pada alur ceritanya yang mengangkat legenda urban jalur Alas Roban yang sudah melegenda.
Baca Juga: Asli Horor! Aulia Sarah Dijauhi Kru Syuting Film Sengkolo Gara-gara Kejadian Tak Terduga Ini
Kisahnya berfokus pada tokoh Sita, diperankan oleh Michelle Ziudith, seorang ibu tunggal asal Pekalongan yang harus pindah ke Semarang demi pekerjaan baru di sebuah rumah sakit.
Bersama putrinya yang penyandang tunanetra bernama Gendhis, Sita terpaksa melakukan perjalanan malam menggunakan bus terakhir.
Perjalanan yang awalnya dikira biasa saja tersebut berubah menjadi mimpi buruk saat bus melintasi kawasan Alas Roban.
Mereka harus menghadapi teror mencekam yang berkaitan erat dengan energi gaib di kawasan tersebut serta perjanjian leluhur yang telah lama terlupakan.
Kombinasi cerita yang kuat dan eksekusi visual yang apik membuat film ini terus diburu penonton yang penasaran dengan nasib Sita dan Gendhis di tengah hutan belantara tersebut. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo