Jangan khawatir! dr. Giovanni Abraham, dokter kulit yang juga aktif di TikTok melalui akun @dr.giovanniabraham, membagikan penjelasan lengkap yang bisa bantu kamu memilih masker yang paling sesuai untuk jenis kulitmu.
Mari kita bedah perbedaan fungsi dan manfaat dari dua jenis masker wajah ini:
Clay Mask: Solusi untuk Kulit Berminyak dan Bruntusan
Menurut dr. Gio, clay mask sangat efektif untuk mengangkat minyak berlebih di wajah. Jadi, jika kamu memiliki masalah seperti:
* Kulit sangat berminyak
* Mudah muncul komedo
* Sering mengalami bruntusan
Maka clay mask adalah pilihan yang tepat untukmu.
Masker jenis ini bekerja membersihkan pori-pori secara mendalam dari sebum dan kotoran penyumbat.
Tips Penggunaan:
Untuk pemula, gunakan 1 kali seminggu. Jika kulitmu sudah terbiasa, tingkatkan menjadi 1–2 kali seminggu.
Beberapa clay mask juga mengandung bahan aktif tambahan yang mampu mengeksfoliasi sel kulit mati dengan lembut.
Baca Juga: Breaking News! Swansea City Lepas Nathan Tjoe-A-On, Liga 1 Indonesia Jadi Pelabuhan Baru?
Sheet Mask: Melembapkan dan Menutrisi Kulit Secara Optimal
Berbeda dari clay mask, sheet mask dirancang untuk memberi asupan bahan aktif langsung ke dalam kulit. Tergantung jenisnya, fungsi sheet mask bisa meliputi:
* Melembapkan kulit kering
* Mencerahkan wajah kusam
* Meredakan jerawat (jika mengandung bahan aktif seperti tea tree atau salicylic acid)
Sheet mask bekerja seperti sarung yang menahan serum agar terserap lebih maksimal oleh kulit. Efeknya, kulit jadi terasa lebih lembap, kenyal, dan sehat hanya dalam waktu singkat.
Intinya:
Clay Mask: cocok untuk kulit berminyak, berkomedo, dan berjerawat.
Sheet Mask: ideal untuk hidrasi, perawatan rutin, dan menutrisi kulit.
Gunakan secara rutin sesuai kebutuhan kulitmu, dan rasakan hasilnya! (sbl/lz)
Editor : Laila Zakiya