Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketika Kucing Jalanan Jadi "Selebcat": Berkah atau Ancaman?

t
Penulis: tim solobalapan❯
Kucing.(Antaranews)
Kucing menjadi salah satu hewan peliharaan kesayangan. (Antaranews)

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM- Di era media sosial saat ini, konten bertema hewan peliharaan khususnya kucing hampir tidak pernah sepi peminat. Kepopuleran kucing liar atau kucing jalanan yang tiba-tiba viral dan mendadak menjadi "selebcat" (selebriti cat) kini menjadi fenomena umum di ruang publik, mulai dari area kampus, pasar, kafe, hingga stasiun transportasi umum. Namun, di balik ribuan likes, shares, dan rasa gemas para warganet, muncul pertanyaan penting: apakah fenomena ini menjadi berkah nyata bagi kesejahteraan mereka, atau justru mendatangkan ancaman baru?

Berkah: Tingkat Kepedulian dan Adopsi yang Meningkat

Advertisement

Tidak bisa dimungkiri, tren "selebcat" memberikan dampak positif yang signifikan terhadap cara masyarakat memandang kucing jalanan. Kucing-kucing yang dulunya dianggap pengganggu atau diabaikan, kini memiliki "panggung" yang membuat keberadaan mereka diakui dan dikasihi.

Kesadaran Street Feeding dan Perawatan: Viral-nya sosok kucing jalanan di platform seperti TikTok dan Instagram mendorong gerakan pemeliharaan bersama (community care). Banyak pengunjung atau warga lokal yang tergerak untuk membawa pakan kering, memberikan air bersih, hingga menyediakan vitamin bagi kucing-kucing di area umum.

Penggalangan Dana dan Medis: Ketika seekor "selebcat" jalanan mengalami sakit atau cedera, daya jangkau media sosial memudahkan pembukaan donasi (crowdfunding). Dana yang terkumpul kerap kali cukup untuk membawanya ke klinik hewan, melakukan sterilisasi, hingga pengobatan tuntas.

Meningkatnya Angka Adopsi: Narasi positif seputar kucing jalanan membantu mengikis stigma bahwa hanya kucing ras mahal yang layak dipelihara. Kepopuleran ini menginspirasi banyak orang untuk menerapkan prinsip "adopt don't shop", memberikan rumah permanen bagi kucing-kucing yang membutuhkan.

Ancaman: Eksploitasi, Stres, dan Masalah Kesejahteraan

Di balik sorotan kamera ponsel, fenomena ini juga menyimpan sisi gelap yang kerap diabaikan demi konten semata.

Stres Ketenangan akibat Kerumunan: Kucing pada dasarnya adalah hewan teritorial yang menyukai ketenangan. Ketika statusnya berubah menjadi "selebcat", interaksi fisik yang berlebihan dari puluhan orang berbeda setiap hari seperti dipeluk, diangkat tiba-tiba, atau dibangunkan saat tidur dapat memicu stres berat dan menurunkan sistem kekebalan tubuhnya.

Pola Makan Sembarangan: Popularitas sering kali membuat pengunjung berlomba-lomba memberikan makanan. Sayangnya, tidak semua orang memahami jenis makanan yang aman. Pemberian makanan berlemak, bergula, atau pakan basah berlebihan yang dibiarkan membusuk justru berisiko memicu gangguan pencernaan, obesitas, hingga penyakit ginjal.

Ancaman Eksploitasi dan Kesehatannya: Dalam beberapa kasus, terdapat oknum yang memanfaatkan kepopuleran kucing jalanan demi kepentingan konten pribadi atau keuntungan finansial tanpa memperhatikan kondisi fisik sang kucing. Kucing yang sedang sakit atau butuh istirahat kerap tetap dipaksa berinteraksi demi dokumentasi. Selain itu, kerumunan juga meningkatkan risiko penularan penyakit antar-hewan.

Mencari Titik Temu demi Kesejahteraan Bersama

Fenomena "selebcat" sejatinya dapat menjadi pintu masuk yang sangat baik untuk meningkatkan standar animal welfare (kesejahteraan hewan) di fasilitas publik, asalkan disikapi dengan bijak dan bertanggung jawab.

Pengelola ruang publik maupun komunitas pencinta hewan lokal memegang peranan kunci. Langkah-langkah seperti menyediakan area aman bagi kucing untuk bersembunyi dari keramaian, memasang papan edukasi mengenai cara berinteraksi yang benar, serta melakukan program Trap-Neuter-Return (TNR) atau sterilisasi secara rutin adalah solusi nyata.

Pada akhirnya, menjadikan kucing jalanan sebagai "selebcat" tidak boleh berhenti pada batas hiburan layar kaca saja. Kasih sayang terbaik yang bisa diberikan masyarakat adalah dengan tetap menghormati ruang gerak, kesehatan, dan sifat alami mereka baik kamera sedang menyala maupun tidak. (cindy amelia putri)

Advertisement

Artikel Terkait

Mengapa Kucing Bisa Menjadi Teman yang Menenangkan Saat Emosi?

Mengapa Kucing Bisa Menjadi Teman yang Menenangkan Saat Emosi?

Kucing bukan sekadar hewan peliharaan, tetapi juga bisa membantu menenangkan pikiran dan memperbaiki suasana hati.

5 Mitos Hewan Pembawa Pertanda Buruk, dari Kucing Hitam hingga Burung Hantu

5 Mitos Hewan Pembawa Pertanda Buruk, dari Kucing Hitam hingga Burung Hantu

Mito tersebut memiliki nilai sebagai bagian dari cerita rakyat dan warisan budaya. Namun, penting untuk membedakan kepercayaan turun-temurun dari fakta ilmiah agar tidak menimbulkan ketakutan yang terhadap para satwa.

Tradisi Unik Meminta Hujan Warga Jombang, Memandikan Kucing Condromowo dengan Air Dawet dan Kembang

Tradisi Unik Meminta Hujan Warga Jombang, Memandikan Kucing Condromowo dengan Air Dawet dan Kembang

Dusun Banjarsari, Desa Bareng, Jombang Jawa Timur memiliki tradisi unik saat kemarau berkepanjangan yakni memandikan kucing belang telon atau condromowo dengan air dawet dan air kembang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer