
SOLOBALAPAN.COM - Kalau mendengar kata uwuh atau sampah, hal pertama yang terlintas di pikiran biasanya aroma tak sedap atau tumpukan barang bekas yang siap dibuang.
Namun, lain ceritanya di Imogiri, Bantul.
Di sini, ada uwuh yang bukannya dihindari, malah diburu banyak orang karena khasiatnya yang bikin badan auto-fresh.
Minuman ini dikenal dengan nama wedang uwuh.
Dalam bahasa Jawa, uwuh memang berarti sampah.
Penamaan ini bukan tanpa alasan.
Tampilan racikannya yang terdiri dari tumpukan dedaunan, ranting, dan rempah-rempah kering di dalam gelas memang sekilas mirip dedaunan yang berguguran dan mengotori pekarangan.
Meski wujudnya berantakan, komposisi di dalamnya tak boleh diremehkan.
Rebusan racikan tradisional ini memadukan kayu secang, jahe, daun pala, daun kayu manis, daun cengkeh, cengkeh, dan gula batu.
Warna merah menyala yang khas muncul alami dari serutan kayu secang ketika disiram air panas.




