Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jepang Punya “Agama” Baru yang Unik, Lembur Kerja Bisa Dianggap Dosa

t
Penulis: tim solobalapan❯
MtoP, "agama" parodi asal Jepang yang mengajarkan berani berkata tidak.(X.Com)
MtoP, "agama" parodi asal Jepang yang mengajarkan berani berkata tidak.(X.Com)

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM - Jepang dikenal memiliki kehidupan keagamaan yang cukup beragam. Shinto dan Buddha menjadi dua tradisi yang banyak dikenal, sementara berbagai kepercayaan dan kelompok keagamaan lain juga berkembang di tengah masyarakat. Namun, ada satu “agama” yang muncul dengan konsep yang jauh berbeda dari gambaran agama pada umumnya.

Namanya MtoP atau Motohiro to People. Konsep ini diperkenalkan oleh Motohiro Hisano pada 2018. MtoP bukan agama dalam pengertian konvensional, melainkan seni yang dikemas menyerupai agama dan digunakan untuk menyampaikan kritik terhadap tekanan sosial.

Keunikan MtoP terletak pada tujuan yang dibawanya. Alih-alih mengajak orang menjalankan ritual tertentu, konsep ini justru memberikan “kekuatan” kepada pengikutnya untuk mengatakan "tidak" ketika mereka tidak ingin melakukan sesuatu.

Advertisement

Hisano bahkan tidak mengaku memiliki kemampuan supranatural. Ia juga tidak meminta pengikutnya menyembah dirinya maupun memberikan sumbangan. Dalam konsep tersebut, yang ditawarkan bukan mukjizat, melainkan alasan agama yang dapat digunakan ketika seseorang merasa kesulitan menolak permintaan orang lain.

Salah satu persoalan yang kemudian disorot adalah kebiasaan lembur. MtoP memiliki ajaran yang mendorong pengikutnya untuk menghindari lembur. Gagasan tersebut terasa cukup relevan di Jepang, yang memiliki istilah karoshi untuk menggambarkan kematian akibat bekerja berlebihan.

Namun, persoalan yang dibawa MtoP ternyata tidak hanya soal pekerjaan. Konsepnya juga menyentuh hal-hal yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti penggunaan cuti berbayar, cuti melahirkan, menjaga kesehatan, hingga menolak kegiatan atau ajakan yang sebenarnya tidak ingin diikuti.

Advertisement

Dengan begitu, MtoP tidak sekadar menawarkan alasan untuk pulang dari kantor tepat waktu. Konsep tersebut juga menyentil kebiasaan ketika seseorang merasa harus selalu menerima permintaan orang lain demi menjaga perasaan atau menghindari penilaian negatif.

Dalam kehidupan sosial, misalnya, seseorang terkadang datang ke sebuah acara bukan karena benar-benar ingin hadir, melainkan karena merasa tidak enak jika menolak undangan. MtoP mencoba membalik keadaan tersebut dengan menempatkan hak untuk menolak sebagai sesuatu yang tidak perlu selalu disertai rasa bersalah.

Istilah tersebut menjadi cara Hisano mengkritik tekanan sosial di lingkungan kerja. Lewat konsep “agama”, ia mengajak orang mempertanyakan kebiasaan seperti lembur, sulit mengambil cuti, mengabaikan kesehatan, atau merasa tidak enak saat menolak ajakan.

MtoP pun memiliki konsep pengikut dan ajarannya sendiri, meski tidak menerapkan aturan keagamaan yang ketat seperti agama pada umumnya. Seseorang dapat dianggap sebagai pengikut dengan mengikuti akun resmi MtoP.

Advertisement

Artikel Terkait

Sentuhan Kreatif dalam Pembelajaran Agama, SkeNU Hadirkan Buku Panduan Salat Anak Skena

Sentuhan Kreatif dalam Pembelajaran Agama, SkeNU Hadirkan Buku Panduan Salat Anak Skena

ZINE SKENU Vol.3: Panduan Salat Anak Skena yang dibuat berkolaborasi dengan ilustrator @iqbalmstrmnd. mengemas panduan salat dalam tampilan visual yang lebih segar.

Agama Lamine Yamal Apa? Bukan Mualaf, Bintang Muda Spanyol Ungkap Alasan Sering Sujud Syukur di Lapangan

Agama Lamine Yamal Apa? Bukan Mualaf, Bintang Muda Spanyol Ungkap Alasan Sering Sujud Syukur di Lapangan

Agama Lamine Yamal Apa? Bukan Mualaf, Bintang Muda Spanyol Ungkap Alasan Sering Sujud Syukur di Lapangan

Kenapa Orang Indonesia Doyan Pedas? Ini 7 Alasan Uniknya

Kenapa Orang Indonesia Doyan Pedas? Ini 7 Alasan Uniknya

Kebiasaan makan pedas di Indonesia dipengaruhi oleh budaya, rempah, dan beragamnya sambal khas daerah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer