
SOLOBALAPAN.COM - Pernah melihat komentar seperti “bagusn't” atau “keren't” di media sosial? Sekilas, tulisan tersebut terlihat seperti kata bahasa Indonesia yang mengalami typo.
Namun, jika sudah terbiasa melihat bahasa warganet, maksudnya justru mudah dipahami. “Bagusn't” berarti tidak bagus, sedangkan “keren't” digunakan untuk menyampaikan bahwa sesuatu tidak keren.
Fenomena tersebut merupakan salah satu bentuk permainan bahasa yang berkembang di media sosial. Warganet mengambil unsur bahasa Inggris, yakni -n't, lalu menempelkannya pada kata bahasa Indonesia untuk membentuk makna negasi atau “tidak”.
Dalam bahasa Inggris, -n't sebenarnya merupakan bentuk kontraksi dari not. Bentuk ini dapat ditemukan dalam kata seperti isn't (is not), don't (do not), can't (cannot), dan won't (will not). Jadi, -n't bukanlah akhiran yang secara bebas dapat ditempelkan pada semua kata dalam tata bahasa Inggris.
Namun, di media sosial, aturan tersebut justru dimainkan. Kata bahasa Indonesia seperti “bagus”, “keren”, “mau”, “bisa”, atau “setuju” dapat diberi tambahan -n't sehingga menghasilkan bentuk seperti “bagusn't”, “keren't”, “mau't”, “bisa't”, dan “setuju't”.
Bukan Bahasa Inggris yang Salah Ketik
Kalau dilihat dari tata bahasa Inggris, bentuk seperti “bagusn't” tentu tidak tepat. Kata “bagus” bukan kosakata bahasa Inggris dan -n't tidak digunakan dengan cara tersebut.
Akan tetapi, tujuan penggunaan bentuk ini memang bukan untuk mengikuti tata bahasa Inggris. Warganet sedang menciptakan bentuk baru dengan memanfaatkan sesuatu yang sudah mereka kenal dalam bahasa Inggris. Maknanya kemudian ditangkap berdasarkan konteks.
Misalnya, seseorang mengunggah foto makanan dan mendapat komentar, “Enakn't.” Pembaca kemungkinan besar langsung memahami bahwa komentator sedang mengatakan makanan tersebut tidak enak. Begitu pula dengan “mau't” yang dapat dimaknai sebagai “tidak mau” atau “keren't” sebagai “tidak keren”.
Inilah yang membuat permainan bahasa semacam ini menarik. Secara struktur, bentuknya tidak mengikuti aturan baku bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. Namun, secara komunikasi, pesannya tetap dapat dipahami.
Kok Bisa Warganet Memilih -n't?
Salah satu alasannya adalah karena bentuk tersebut terasa singkat sekaligus lucu. Daripada menulis “nggak bagus”, seseorang cukup menuliskan “bagusn't”. Bentuk yang tidak lazim itu kemudian menghasilkan efek humor karena pembaca mengenali pola bahasa Inggris yang sengaja ditempelkan pada kata Indonesia.



