
SOLOBALAPAN.COM - Novel The Spy karya penulis Brasil Paulo Coelho yang diterbitkan pada 2016 kembali menjadi bahan pembahasan dalam dunia sastra karena mengangkat kembali kisah tokoh sejarah kontroversial Mata Hari dalam format fiksi sejarah berbasis dokumen.
Buku ini terinspirasi dari kehidupan nyata Mata Hari, seorang penari eksotis asal Belanda yang dieksekusi di Prancis pada masa Perang Dunia I atas tuduhan menjadi mata-mata untuk Jerman.
Cerita dalam novel ini sebagian besar disusun melalui sudut pandang orang pertama dalam bentuk surat-surat terakhir yang ditulis Mata Hari menjelang eksekusinya di penjara Saint-Lazare, Paris.
Surat-surat tersebut ditujukan kepada pengacaranya, Mr. Clunet, yang juga pernah menjadi bagian dari kehidupan pribadinya. Dalam surat itu, Mata Hari menuliskan pengalamannya dengan harapan suatu saat putrinya dapat memahami kisah hidupnya.
Novel ini menelusuri masa lalu Mata Hari yang bernama asli Margaretha Zelle. Ia digambarkan meninggalkan Belanda setelah mengalami trauma masa kecil dan pernikahan yang penuh kekerasan.
Dalam perjalanan hidupnya, ia kemudian menetap di wilayah Hindia Belanda, yang kini dikenal sebagai Indonesia, sebelum akhirnya kembali ke Eropa dan membangun identitas baru di Paris.
Di Paris, ia mengadopsi nama panggung Mata Hari dan tampil sebagai penari eksotis yang dikenal di kalangan elit Eropa. Popularitasnya berkembang seiring hubungan sosialnya dengan tokoh-tokoh berpengaruh.
Ketika Perang Dunia I pecah, aktivitasnya yang melintasi berbagai negara serta kedekatannya dengan pejabat dari pihak yang berbeda menimbulkan kecurigaan dari pihak berwenang Prancis.
Dalam novel ini, Mata Hari kemudian ditangkap dan diadili atas tuduhan spionase. Ia dituduh menjadi mata-mata untuk Jerman, meskipun berbagai detail kasusnya masih menjadi perdebatan dalam catatan sejarah.
Baca Juga: Chemistry Hwang In Youp dan Hyeri di Drakor 'Dream to You' Bikin Baper, Siap Tayang Bulan Juli
The Spy menggambarkan proses penahanan Mata Hari di penjara Saint-Lazare, Paris, menjelang eksekusi hukuman mati yang dijatuhkan kepadanya oleh otoritas militer Prancis.



