SOLOBALAPAN.COM – Viral buku memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans kini memicu bola panas di media sosial.
Tidak hanya menyoroti kasus grooming, salah satu bab yang menceritakan pengalaman perundungan (bullying) di lokasi syuting pada tahun 2011 membuat warganet ramai-ramai "bersilaturahmi" ke akun Instagram artis cantik, Nikita Willy.
Dalam bukunya, Aurelie menceritakan pengalaman pahit saat bermain dalam sebuah sinetron populer.
Ia mengaku pernah diusir secara halus namun menyakitkan dari sebuah sofa oleh "Pemeran Utama" yang menyemprotkan obat nyamuk ke arahnya.
"Sambil tersenyum... ia menyemprot udara di depanku. Lalu dengan nada manis ia berkata, 'Ups, aku nggak tahu ada yang duduk di sofanya pemeran utama'," tulis Aurelie dalam bukunya.
Spekulasi Netizen Mengarah ke 'Putri yang Ditukar'
Warganet yang jeli langsung mencocokkan kronologi tersebut.
Pada tahun 2011, saat Aurelie berusia 18 tahun, ia memang terlibat dalam sinetron hits Putri yang Ditukar di mana Nikita Willy menjadi pemeran utamanya.
Tuduhan kian santer setelah Aurelie sempat bercerita di sebuah podcast bahwa ia pernah gagal mendapatkan peran di judul lain karena ditolak oleh pemeran utama yang sama, padahal ia sudah rela memotong rambut panjangnya.
Akibat spekulasi ini, kolom komentar istri Indra Priawan tersebut dibanjiri sindiran pedas. "Dari luar ibu peri aslinya ngeri-ngeri sedap," tulis salah satu netizen.
Di tengah sorotan tajam terkait isu masa lalu tersebut, berikut adalah profil dan biodata Nikita Willy yang selama ini dikenal dengan imej kalem dan keibuannya:
Biodata Nikita Willy
-
Nama Lengkap: Nikita Purnama Willy
-
Nama Panggung: Nikita Willy
-
Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 29 Juni 1994
-
Usia: 31 Tahun (per 2026)
-
Suami: Indra Priawan Djokosoetono (Menikah 2020)
-
Anak: Issa Xander Djokosoetono
-
Julukan: Ratu Sinetron
-
Karya Populer: Putri yang Ditukar, Bulan dan Bintang, Roman Picisan, Safa dan Marwah.
-
Pendidikan: Sarjana Hukum (Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM)
Hingga berita ini diturunkan, Nikita Willy belum memberikan tanggapan apa pun terkait tudingan warganet yang menyeret namanya dalam kisah kelam Aurelie Moeremans.
Publik kini terbelah antara mereka yang menuntut klarifikasi dan mereka yang meminta agar tidak menghakimi masa lalu seseorang tanpa bukti yang valid. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo