SOLOBALAPAN.COM - Politisi Andre Rosiade kini menjadi garda terdepan untuk membela putrinya, Azizah Salsha (Zize), yang tengah diterpa gelombang hujatan dan seruan cancel culture dari warganet.
Serangan ini memuncak pasca-perceraian Zize dengan pesepakbola Pratama Arhan pada September 2025 lalu.
Dalam sebuah podcast bersama dr. Richard Lee, Andre Rosiade mencurahkan isi hatinya.
Ia menegaskan bahwa putrinya selalu berada di posisi korban kebencian netizen, bahkan sejak awal pernikahannya.
'Azizah Gak Korupsi, tapi Terus Diserang'
Andre Rosiade tak habis pikir dengan seruan cancel culture yang ditujukan kepada putrinya.
Menurutnya, Zize tidak pernah melakukan kesalahan fatal kepada publik, namun terus-menerus menjadi sasaran kebencian.
“Yang gak baik kan netizen. Dari awal nikah sampai pisah, Azizah terus jadi korban,” ungkap Andre Rosiade dalam podcast yang tayang pada Kamis (13/11/2025).
Ia membandingkan kasus putrinya dengan masalah yang lebih serius.
“Padahal Azizah gak ngezolimin netizen, juga gak korupsi, gak mencelakai orang, tapi terus diserang,” sambungnya.
Andre pun secara spesifik menyoroti seruan cancel culture yang membabi buta.
“Bahkan hari-hari ini cancel culture, Azizah ngapain diserang rame-rame? Padahal urusannya Azizah apa sih sama orang-orang?” pungkasnya.
Duduk Perkara: Dituding Selingkuh dengan Nadhif Zahiruddin
Kemarahan warganet ini bukan tanpa alasan. Tudingan orang ketiga diarahkan kepada Azizah Salsha.
Ia kini santer diisukan menjalin kedekatan spesial dengan Nadhif Zahiruddin (yang juga dikenal sebagai mantan kekasih Anya Geraldine).
Isu ini meruncing karena warganet menemukan "bukti" yang dinilai fatal.
Hanya sepekan setelah resmi bercerai dari Pratama Arhan, Azizah kedapatan berpose akrab dengan Nadhif di acara ulang tahunnya.
Momen inilah yang memicu dugaan bahwa Zize telah berselingkuh dari Arhan.
Pembelaan Andre Rosiade Justru Jadi Bumerang?
Ironisnya, pembelaan yang dilakukan Andre Rosiade ini tampaknya tidak meredakan kemarahan publik.
Di kolom komentar media sosial, warganet justru menilai klarifikasi tersebut menjadi bumerang dan membuat mereka semakin gencar menyuarakan cancel culture.
"Nyangka ga loh pada bpk nya ampe klarifikasi gini ??" tulis seorang warganet.
"Begini makin semangat nge-cancel culture ga sih," timpal warganet lainnya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo