
SOLOBALAPAN.COM - Penampilan sebuah band tidak selalu hanya dikenali melalui musik yang mereka bawakan. Terkadang, satu elemen visual justru melekat kuat dalam ingatan pendengar dan menjadi identitas yang sulit dipisahkan dari band tersebut.
Hal ini juga terjadi pada Dongker, band punk asal Bandung yang dikenal melalui musik enerjik serta penampilan vokalisnya, Arno Zarror, dengan balaclava atau penutup kepala rajut yang menutupi sebagian besar wajah.
Balaclava yang dikenakan Arno memiliki beragam bentuk dan warna, mulai dari desain yang menyerupai tanduk hingga hiasan menyerupai duri.
Baca Juga: On This Day 29 Oktober: Mengenang Berbagai Peristiwa Bersejarah Dunia yang Mengubah Alur Zaman
Penampilannya yang unik membuat sosok Arno mudah dikenali ketika berada di atas panggung. Bahkan, aksesori tersebut tidak hanya menjadi ciri khas sang vokalis, tetapi juga diadopsi oleh para penggemar Dongker yang kerap datang ke konser dengan balaclava serupa.
Menariknya, identitas visual yang kini begitu lekat dengan Dongker ternyata berawal dari alasan sederhana. Arno mengaku awalnya mengenakan penutup wajah karena merasa malu ketika tampil di hadapan penonton.
Berawal dari Rasa Malu di Atas Panggung
Dalam wawancara dengan KapanLagi.com pada Agustus 2025, Arno menceritakan bahwa keinginannya menutupi wajah sudah muncul sejak awal dirinya tampil di skena musik. Ia merasa kurang percaya diri ketika melihat penampilan musisi lain yang terlihat keren di atas panggung.
Alih-alih berusaha menyesuaikan diri dengan penampilan musisi lain, Arno memilih menggunakan penutup wajah sebagai caranya sendiri untuk tampil.
Pada awalnya, ia tidak memiliki referensi visual khusus. Balaclava tersebut lebih berfungsi sebagai cara untuk menutupi wajah ketika harus berhadapan dengan penonton.
Seiring waktu, penutup wajah yang dikenakannya mulai mengalami perubahan. Desainnya menjadi lebih beragam, dengan tambahan warna cerah dan ornamen yang membuat tampilannya semakin khas.
Baca Juga: Wayang Beber, Warisan Seni yang Disebut Tersisa Tiga di Dunia: Kisah Kuno yang Hampir Dilupakan
Salah satu orang yang turut berperan dalam proses awal pembuatan balaclava tersebut adalah Shafira Sasha, teman Arno yang memiliki kemampuan merajut.




