Diniyah Rilis Single "Waktu?", Eksplorasi Electronic Pop dan Techno-Pop yang Membawa Karakter Baru

SOLOBALAPAN.COM - Di tengah kehidupan yang bergerak semakin cepat, waktu sering kali terasa seperti sesuatu yang terus mengejar. Pekerjaan menumpuk, rencana belum terlaksana, dan berbagai keinginan masih tertunda.
Berangkat dari kegelisahan tersebut, solois asal Bandung ini menghadikan single terbarunya bertajuk "Waktu?" yang rilis pada 9 Oktober 2026. Melalui karya ini, Diniyah tidak hanya mengeksplorasi warna musik yang berbeda dari lagu-lagu sebelumnya.
Namun juga mengajak pendengar mempertanyakan kembali hubungan kita dengan waktu. Bagaimana manusia memanfaatkan waktu yang dimiliki? Apakah kesibukan yang dijalani benar-benar membawa seseorang menuju hal yang diinginkan?
Baca Juga: Bukan Sekedar Busana, Perempuan di Sikka NTT Punya Aturan Berpakaian sesuai Usia
Beranjak dari Dream Pop menuju Electronic dan Techno-Pop
Diniyah sebelumnya memperkenalkan EP "The Soil" / "The Soul" yang memadukan unsur dream pop dan psychedelia. Melalui "Waktu?", ia mencoba bergerak menuju karakter yang berbeda dengan mengeksplorasi eleme electronic dan techno-pop.
Perubahan ini bukan sekedar perggantian genre. Diniyah melihat eksplorasi suara sebagai bagian dari caranya dunia dan pengalaman hidup yang terus berubah.
Ditengah rutinitas yang padat dan kegelisahan yang sedang terjadi, musik menjadi ruang untuk mengolah kegelisahan tersebut agar tidak menjadi sebuah penghambat dan sekaligus mengambil jeda. Perpaduan eleectronic dan techno-pop dimanfaatkan oleh Diniyah sebagai cara baru untuk menyampaikan kegelisahan tersebut.
Percakapan lintas bahasa tentang waktu
Salah satu aspek menarik dari single terbaru Diniyah adalah penggunaan spoken word atau tuturan yang dibacakan, alih-alih dinyanyikan sepenuhnya. Lagu ini dibuka dengan spoken word berbahasa Jepang yang memperkenalkan kegelisahan tentang waktu yang terus berjalan.
Pilihan bahasa menjadi bagian penting dalam penyampaian pesan lagu ini. Diniyah memanfaatkan bahasa sebagai ruang eksplorasi, termasuk melalui idiom, ambiguitas, dan susunan kata yang paling memungkinkan pendengar menemukan interpretasinya sendiri.
Baca Juga: Kisah Haru Nordin: Relawan Damkar Karhutla yang Meninggal Dunia Usai Satu Jam Padamkan Api di Kalsel
Tidak hanya spoken word berbahasa Jepang, Diniyah juga menghadirkan spoken word berbahasa Arab pada bagian penutup. "Ya Allah, barik li fi waqti", yang memiliki arti "Ya Allah, berkahilah waktuku", spoken word tersebut menjadi penutup lagu "Waktu?" yang memberikan bingkai menarik bagi keseluruhan lagu.
Tidak hanya spoken word berbahasa Jepang yang menarik di dalam lagu ini, namun juga lirik berbahasa Indonesia yang merepresentasikan kinerja pemerintah terhadap isu yang sedang terjadi saat ini.


