Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kapan Aturan WFH Hari Jumat Diberlakukan? Menkeu Purbaya Targetkan Penghematan BBM Nasional Hingga 20 Persen

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 24 Maret 2026 | 19:10 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

SOLOBALAPAN, JAKARTA - Pemerintah Indonesia tengah serius mengkaji kebijakan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) sebanyak satu hari dalam sepekan.

Langkah strategis ini diusulkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai upaya menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional di tengah ketidakpastian pasokan energi global.

Kebijakan ini diproyeksikan tidak hanya menghemat anggaran negara, tetapi juga memberikan napas baru bagi sektor pariwisata domestik.

Antisipasi Krisis Energi Global dan Efisiensi BBM

Wacana WFH satu hari sepekan ini muncul sebagai respons terhadap situasi geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas.

Gangguan pada distribusi minyak dunia dikhawatirkan akan berdampak langsung pada stabilitas harga energi di dalam negeri.

Baca Juga: Prabowo Gas Pol Program Makan Bergizi Gratis: Daripada Dikorupsi, Mending Buat Makan Rakyat!

Oleh karena itu, pemerintah merasa perlu mengambil langkah antisipatif guna mengurangi mobilitas masyarakat tanpa mengganggu roda ekonomi.

Berdasarkan kajian awal, penerapan WFH yang direncanakan jatuh pada setiap hari Jumat ini berpotensi memangkas konsumsi BBM hingga 20 persen dalam satu hari.

Jika diterapkan secara konsisten di kota-kota besar dengan tingkat kemacetan tinggi, angka penghematan ini dinilai sangat signifikan untuk menjaga cadangan energi nasional.

Mengapa Hari Jumat?

Pemilihan hari Jumat sebagai hari WFH bukan tanpa alasan.

Pola kerja masyarakat Indonesia yang umumnya libur pada Sabtu dan Minggu menjadi pertimbangan utama.

Dengan WFH di hari Jumat, pekerja memiliki fleksibilitas waktu yang lebih panjang di rumah, yang diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara produktivitas dan kualitas hidup (work-life balance).

Selain penghematan energi, kebijakan ini juga diprediksi akan membawa dampak positif bagi ekonomi daerah.

Waktu luang yang lebih panjang memungkinkan masyarakat melakukan perjalanan wisata lokal singkat atau staycation, yang pada akhirnya akan menggerakkan sektor UMKM dan pariwisata.

Tantangan Produktivitas dan Sektor yang Dikecualikan

Meskipun menjanjikan banyak manfaat, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan berlaku bagi seluruh sektor.

Ada beberapa bidang pekerjaan yang tetap menuntut kehadiran fisik secara penuh demi pelayanan publik dan operasional teknis.

Sektor yang Kemungkinan Tetap WFO (Work From Office):

Rencana Uji Coba Pasca Lebaran 2026

Pemerintah berencana memulai uji coba kebijakan WFH tiap Jumat ini segera setelah periode libur Lebaran 2026 berakhir.

Saat ini, pembahasan lintas kementerian masih terus digodok untuk mematangkan aturan teknis, sistem pengawasan kinerja, serta dukungan teknologi agar produktivitas nasional tidak menurun.

Ringkasan Rencana Kebijakan WFH Jumat:

Aspek Keterangan
Target Penghematan 20% Konsumsi BBM harian
Hari Pelaksanaan Setiap hari Jumat
Tujuan Utama Efisiensi energi & stabilitas ekonomi
Target Uji Coba Pasca Libur Lebaran 2026
Dampak Sampingan Peningkatan pariwisata domestik

Kebijakan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai beradaptasi dengan pola kerja fleksibel sebagai kunci menghadapi tantangan global.

Jika berhasil, Indonesia tidak hanya akan lebih hemat energi, tetapi juga menuju gaya hidup masyarakat yang lebih berkelanjutan. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#wfh #aturan #penghematan BBM #Menkeu Purbaya #Jumat