Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Geger Foto Diduga Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Resolusi HD, Benarkah Cuma AI?

Laila Zakiya • Senin, 16 Maret 2026 | 08:47 WIB

Foto diduga pelaku penyiraman air keras ke aktivis KontraS Andrie Yunus viral di media sosial.
Foto diduga pelaku penyiraman air keras ke aktivis KontraS Andrie Yunus viral di media sosial.
SOLOBALAPAN.COM - Kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis HAM dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, masih menjadi sorotan publik.

Belakangan, jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya foto beresolusi tinggi yang disebut-sebut sebagai wajah pelaku penyiraman air keras tersebut.

Namun, sejumlah pihak menduga gambar itu bukan berasal dari rekaman asli CCTV, melainkan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Kasus Penyiraman Air Keras pada Andrie Yunus

Insiden penyiraman cairan yang diduga air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Peristiwa itu terjadi setelah Andrie mengikuti kegiatan rekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang membahas tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.

Saat perjalanan pulang menggunakan sepeda motor, korban didatangi oleh seseorang yang juga mengendarai sepeda motor. Pelaku kemudian menyiramkan cairan berbahaya ke arah tubuhnya.

Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar serius di beberapa bagian tubuh dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

"Dari sejumlah luka yang dialami, kondisi paling serius terdapat pada mata kanan. Saat ini, korban telah mendapatkan penanganan khusus dari dokter spesialis bedah mata," ungkap Kepala Divisi Impunitas KontraS, Jane Rosalina, Sabtu (14/3/2026).

Selain mata, luka bakar juga terjadi pada wajah, tangan, dan bagian dada korban. Tingkat luka bakar yang dialami diperkirakan mencapai sekitar 24 persen dari tubuhnya.

"Pasca peristiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24%," beber Dimas dari keterangannya, Jumat (13/3/2026).

Ciri-ciri Pelaku dari Rekaman CCTV

Meski wajah pelaku tidak terlihat jelas dalam rekaman CCTV, pihak KontraS telah mengungkap sejumlah ciri yang diduga berkaitan dengan dua orang pelaku penyerangan tersebut.

Pelaku pertama yang mengendarai motor diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan pakaian kas berwarna kombinasi putih dan biru, mengenakan celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta menggunakan helm hitam.

Sementara pelaku kedua yang dibonceng juga berjenis kelamin laki-laki, menggunakan penutup wajah atau masker berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, mengenakan kaos biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.

Ciri-ciri tersebut dibagikan melalui unggahan di akun Instagram resmi KontraS pada 13 Maret 2026 dan langsung menuai perhatian warganet.

"Jelas banget bukti CCTV-nya. Gak ada alesan buat gak usut tuntas," sebut akun @flowwah.

Foto HD Diduga Hasil AI Picu Perdebatan

Di tengah proses penyelidikan, muncul foto beresolusi tinggi yang diklaim sebagai wajah pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Namun sejumlah pihak menilai foto tersebut kemungkinan besar merupakan hasil pengolahan teknologi AI dari rekaman CCTV yang sebenarnya buram.

Penyanyi Kunto Aji turut menyoroti hal tersebut melalui unggahan di media sosial.

"Duh malah fotonya dioptimalisasi pakai AI. Bahaya woi, malah bisa jadi beda muka sama tersangka aslinya," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa penggunaan AI untuk memperjelas wajah dari rekaman CCTV yang tidak jelas justru berpotensi menyesatkan proses identifikasi pelaku.

Unggahan tersebut langsung memicu berbagai reaksi dari warganet.

"Oalah AI ya Allah hampir kegocek, makannya sangsi banget, kok bisa semudah itu wajahnya. Astagfirullah semoga dijauhkan dan dilindungi dari fitnah dajjal," komentar akun @hariswann.

"Bener, malah nanti salah tangkep tersangka," tambah akun @Yoanarindy.

Polisi Masih Selidiki Pelaku

Kasus ini mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian.

Kadiv Humas Polri menyatakan bahwa Kapolri telah memberikan atensi khusus agar kasus penyiraman air keras tersebut dapat segera diungkap.

"Kami dari segenap personel Polri, baik dari Polres Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, termasuk Mabes Polri yang mem-backup, akan serius dan bersungguh-sungguh untuk membuat terang benderang, mengungkap, dan menangkap pelakunya, siapa pun dia," terang Irjen Isir dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).

Saat ini penyidik masih mengumpulkan berbagai alat bukti, termasuk rekaman CCTV dan bukti digital lainnya.

"Pengumpulan berbagai alat bukti digital, termasuk CCTV, sedang dalam proses analisa lebih lanjut. Harapannya dapat teridentifikasi segera. Mohon dukungan doa," imbuhnya.

Pemerintah Kecam Serangan

Pemerintah juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan terhadap aktivis HAM tersebut.

“Pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa yang menimpa Saudara Andrie Yunus. Kami mengecam keras setiap tindakan kekerasan terhadap siapa pun,” kata Angga, Sabtu (14/3/2026).

Pemerintah menegaskan bahwa setiap tindakan kekerasan harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Setiap tindakan kekerasan harus diproses secara tegas sesuai hukum yang berlaku. Pemerintah berharap proses penegakan hukum dapat berjalan dengan baik sehingga pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban,” lanjutnya kemudian.

Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap siapa pelaku sebenarnya di balik serangan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#kontras #penyiraman air keras #rekaman cctv #HD #foto #aktivis ham #Andrie Yunus #pelaku