SOLOBALAPAN.COM – Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh video acara buka puasa bersama para pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo yang mengusung konsep mewah bernuansa Bollywood.
Ironisnya, kemeriahan pesta ala India ini berbanding terbalik dengan keluhan warga soal infrastruktur jalan di Sidoarjo yang masih rusak parah.
Acara yang digelar di Graha Unesa Surabaya pada 6 Maret 2026 tersebut memperlihatkan deretan pejabat mengenakan busana khas India lengkap dengan dekorasi yang megah.
Alhasil, gelombang kritik tajam dari warganet pun meluncur tak terbendung.
Video Sempat Diunggah Lalu Dihapus
Sebelum viral dan menuai polemik, potongan video suasana "pesta" tersebut sempat diunggah oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo, Fenny Apridawati, melalui akun Instagram pribadinya.
Namun, sadar akan kegaduhan yang timbul, unggahan tersebut kini telah dihapus dari peredaran.
Menanggapi kemarahan publik, Fenny akhirnya buka suara dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh warga Sidoarjo pada Minggu (15/3/2026).
"Saya menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya. Kami menyadari bahwa sebagai pelayan publik, kami seharusnya lebih peka dan sensitif dalam mendokumentasikan aktivitas," ucap Fenny dengan nada menyesal, dikutip dari JawaPos.com, Minggu (15/3).
Klaim Bahas Perbaikan Jalan di Balik Kostum India
Menariknya, Fenny berdalih bahwa acara mewah tersebut sebenarnya adalah forum koordinasi strategis.
Agenda utamanya diklaim untuk membahas percepatan program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) yang salah satu fokusnya adalah perbaikan jalan di Sidoarjo.
"Acara ini murni momentum silaturahmi yang kami manfaatkan untuk penguatan percepatan program perbaikan jalan. Namun, kami akui publikasi acara tersebut menimbulkan kesan kurang empati terhadap kondisi ekonomi warga," tegasnya.
Fenny berjanji masukan pedas dari warganet akan menjadi modal berharga bagi Pemkab Sidoarjo untuk terus berbenah dan memastikan dedikasi mereka selaras dengan harapan warga. (dam)
Editor : Damianus Bram