Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Profil Syamsul Auliya Rachman: Bupati Cilacap yang Terjaring OTT KPK, Lulusan IPDN Kok Korupsi?

Damianus Bram • Minggu, 15 Maret 2026 | 12:11 WIB

Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman mengenakan rompi tahanan usai terjaring OTT KPK, Jakarta, Sabtu (14/3/2026).
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman mengenakan rompi tahanan usai terjaring OTT KPK, Jakarta, Sabtu (14/3/2026).

SOLOBALAPAN.COM – Nama Syamsul Auliya Rachman mendadak jadi buah bibir nasional.

Bupati Cilacap yang baru seumur jagung menjabat ini terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Jumat, 13 Maret 2026.

Sosok yang dikenal sebagai politisi muda berbakat ini diduga terlibat kasus suap proyek dan pemerasan di lingkungan pemerintah daerah.

Kejadian ini sangat mengejutkan, mengingat Syamsul adalah produk asli birokrasi yang diharapkan membawa perubahan bersih bagi Cilacap.

Latar Belakang: 'Anak Emas' Birokrasi Alumni IPDN

Syamsul Auliya Rachman lahir di Cilacap, 30 November 1985. Kariernya dimulai dari jalur pendidikan birokrasi yang sangat bergengsi.

Ia merupakan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2008.

Pendidikan di IPDN seharusnya mencetak aparatur yang berintegritas tinggi.

Sebelum banting setir ke politik, Syamsul meniti karier dari bawah sebagai ASN, termasuk menjabat sebagai Kasi Ketenteraman dan Ketertiban Umum di Kecamatan Kedungreja (2012) serta menjadi ajudan Bupati Cilacap saat itu, Tatto Suwarto Pamuji.

Karier Politik: Ketua PKB hingga Kemenangan Besar di Pilkada 2024

Kepiawaiannya dalam berkomunikasi membawanya menduduki kursi Wakil Bupati Cilacap (2017–2022).

Tak berhenti di situ, Syamsul juga memegang kendali sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Cilacap (2021–2026).

Pada Pilkada 2024, Syamsul berpasangan dengan Ammy Amalia Fatma Surya (kader Golkar).

Mereka berhasil menang telak dengan mengantongi 414.533 suara (43,81%), mengalahkan tiga pasangan calon lainnya. Syamsul resmi dilantik sebagai Bupati Cilacap pada 20 Februari 2025.

Isi Garasi dan Harta Kekayaan

Berdasarkan data LHKPN per Januari 2026, Syamsul tercatat sebagai pejabat dengan kekayaan yang cukup fantastis:

Total Kekayaan Kotor: Sekitar Rp12 Miliar.

Harta Bersih: Sekitar Rp11,9 Miliar (setelah dikurangi utang).

Kekayaan ini kini menjadi sorotan tajam, seiring dengan dugaan "pemerasan" terhadap SKPD yang dilakukan untuk mengumpulkan dana THR pribadi dan Forkopimda.

OTT Maret 2026: Tamatnya Karier Sang Bupati Muda?

Ujian terberat dalam kariernya datang saat tim penyidik KPK membekuknya beserta 26 orang lainnya. Ironisnya, penangkapan ini terjadi di tengah bulan suci Ramadhan.

KPK menduga Syamsul menggunakan kekuasaannya untuk menekan satuan kerja di lingkungan Pemkab Cilacap guna menyetor uang.

Dengan status tersangka yang kini disematkan, masa depan kepemimpinannya di Cilacap berada di ujung tanduk. (dam)

Editor : Damianus Bram
#suap #ipdn #Syamsul Auliya Rachman #Bupati Cilacap #pemerasan #ott #kpk