SOLOBALAPAN.COM - Rilis jutaan dokumen Epstein Files kembali mengguncang dunia.
Arsip yang selama bertahun-tahun tertutup kini dibuka ke publik dan mengungkap berbagai detail baru terkait jaringan kejahatan seksual finansier Amerika, Jeffrey Epstein.
Pembukaan dokumen raksasa tersebut memunculkan kembali sejumlah nama besar dunia, mulai dari tokoh politik hingga figur publik internasional.
Namun dari sekian banyak nama yang disebut, perhatian publik justru tertuju pada sosok Andrew Mountbatten-Windsor, atau yang lebih dikenal sebagai Pangeran Andrew.
Menariknya, drama yang menyeret adik Raja Charles III itu bahkan disebut lebih “menjual” dibandingkan keterkaitan nama-nama besar lain yang muncul dalam dokumen tersebut.
Jutaan Dokumen Epstein Files Dibuka ke Publik
Perilisan Epstein Files dilakukan oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat setelah adanya tekanan publik yang berlangsung selama berbulan-bulan.
Dokumen yang dirilis jumlahnya sangat besar, mencakup jutaan halaman arsip hingga ribuan materi visual.
“Rilis hari ini menandai berakhirnya proses identifikasi dan peninjauan dokumen yang sangat komprehensif untuk memastikan transparansi kepada publik Amerika dan kepatuhan terhadap undang-undang tersebut,” ucap Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blanche, dikutip dari Associated Press.
Dalam arsip tersebut terdapat lebih dari tiga juta halaman dokumen, sekitar 2.000 video, serta sekitar 180.000 gambar yang sebagian telah disensor untuk melindungi identitas korban.
Meski demikian, rilis dokumen ini tetap memicu kontroversi global. Salah satu penyebabnya adalah ditemukannya foto-foto sensitif yang sempat lolos dari proses penyuntingan.
Seorang korban, Annie Farmer, menyebut kejadian tersebut sebagai sesuatu yang:
“extremely disturbing.”
Ia juga mengatakan:
“It’s hard to imagine a more egregious way of not protecting victims than having full nude images of them available for the world to download,”
Temuan ini pun memicu kritik keras terhadap pemerintah Amerika Serikat terkait perlindungan korban dalam kasus tersebut.
Nama Trump dan Bill Clinton Ikut Terseret
Selain figur kerajaan Inggris, dokumen Epstein Files juga memuat catatan penerbangan, foto, dan korespondensi yang mengaitkan Epstein dengan sejumlah tokoh dunia.
Beberapa catatan penerbangan menunjukkan bahwa Donald Trump sempat menggunakan jet pribadi Epstein pada 1990-an.
Arsip lain juga menampilkan foto Bill Clinton.
Meski demikian, kedua tokoh tersebut tidak pernah didakwa dalam perkara hukum terkait Epstein dan sama-sama membantah mengetahui aktivitas kejahatan seksual yang dilakukan Epstein.
Dalam konferensi pers, Wakil Jaksa Agung Todd Blanche juga menegaskan bahwa proses penyuntingan dokumen dilakukan secara independen.
“Kami tidak melindungi Presiden Trump. Kami tidak melindungi siapa pun,” ujar Blanche dalam konferensi pers, dikutip dari The New Arab.
Foto Kontroversial Pangeran Andrew Jadi Sorotan
Di tengah deretan nama besar tersebut, kemunculan kembali nama Pangeran Andrew justru menjadi salah satu bagian paling kontroversial dalam Epstein Files.
Dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS memuat tiga foto yang memperlihatkan Andrew dalam posisi tidak lazim bersama seorang wanita yang identitasnya disamarkan.
Dalam foto tersebut, ia terlihat berjongkok dan merangkak di atas tubuh perempuan yang terbaring di lantai, dengan tangannya menyentuh area pinggang dan perut.
Pada foto lain, Andrew bahkan tampak menatap langsung ke arah kamera.
Foto tersebut diyakini berkaitan dengan pertemuan yang terjadi pada 2010.
Seorang pengacara Amerika Serikat yang mewakili wanita dalam foto itu menyebut pertemuan tersebut diduga terjadi di kediaman Pangeran Andrew di Windsor.
Menurut pengacara tersebut, kliennya bahkan diajak berkeliling Istana Buckingham setelah bermalam bersama Andrew.
Temuan ini semakin memperkuat tekanan publik terhadap mantan anggota keluarga kerajaan Inggris tersebut.
Email Epstein Bongkar Relasi Lama
Selain foto, dokumen Epstein Files juga mengungkap sejumlah korespondensi email yang memperlihatkan komunikasi antara Epstein dan Andrew.
Salah satu email yang disorot berasal dari tahun 2010, dua tahun setelah Epstein divonis bersalah dalam kasus prostitusi anak.
Dalam pesan tersebut, Epstein menawarkan perkenalan dengan seorang perempuan Rusia berusia 26 tahun yang digambarkan sebagai “cerdas, cantik, dan dapat dipercaya”.
Andrew kemudian membalas dengan antusias dan menyatakan kesediaannya untuk bertemu.
Temuan ini bertentangan dengan klaim Andrew dalam wawancara tahun 2019, di mana ia menyatakan telah memutus hubungan dengan Epstein sejak 2008.
Skandal Andrew Dinilai Paling Dramatis
Deretan fakta baru tersebut membuat kisah Pangeran Andrew dinilai memiliki daya tarik dramatis yang sangat kuat.
Bahkan di Hollywood, kisah ini mulai dilirik sebagai bahan cerita untuk produksi film maupun serial.
Desas-desus yang beredar menyebut sejumlah studio besar seperti Disney dan Amazon tertarik untuk mengadaptasi skandal tersebut.
Namun Netflix disebut berada di posisi paling depan untuk mengembangkan proyek tersebut.
Pembicaraan antara Netflix dan rumah produksi Left Bank Pictures bahkan sudah mulai dibahas.
Sumber industri menyebut dinamika skandal Andrew memiliki bobot dramatis yang sebanding dengan momen besar dalam sejarah monarki Inggris.
Mulai dari pengunduran diri Raja Edward VIII pada 1936 hingga tragedi yang menimpa Putri Diana.
Jika benar diwujudkan, cerita tersebut kemungkinan akan mengangkat kejatuhan reputasi Andrew yang selama ini dikenal sebagai putra kesayangan Ratu Elizabeth II.
Skandal yang menyeret namanya bahkan berujung pada pencabutan gelar kerajaan serta pengusiran dari lingkaran resmi keluarga kerajaan Inggris.
Lonjakan minat terhadap kisah ini juga dipicu oleh perkembangan hukum terbaru yang terus menyeret nama Andrew dalam dokumen Epstein Files.
Situasi tersebut membuat kisahnya semakin menarik perhatian publik global sekaligus memperkuat potensinya sebagai drama politik dan true crime di layar kaca. (lz)
Editor : Laila Zakiya