Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Fadia Arafiq Kena OTT KPK, Apa Hubungan Sang Bupati Pekalongan dengan Dugaan Jual Beli Jabatan di Puskesmas dan RSUD?

Laila Zakiya • Selasa, 3 Maret 2026 | 15:30 WIB

 

Potret Fadia Arafiq dan suami Ashraff Abu.
Potret Fadia Arafiq dan suami Ashraff Abu.

SOLOBALAPAN.COM - Kabar Fadia Arafiq terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi memicu berbagai spekulasi di ruang publik.

Selain dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa, isu lain yang ikut mencuat adalah dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, khususnya di sektor kesehatan.

OTT KPK di Jawa Tengah

Fadia Arafiq diamankan KPK saat berada di Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (3/3/2026) dini hari.

Selain Bupati Pekalongan, dua orang lainnya turut ditangkap, yakni ajudan serta orang kepercayaan sang bupati.

Ketiganya kemudian dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta sekitar pukul 10.22 WIB untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

KPK membenarkan penangkapan tersebut melalui pernyataan resmi juru bicaranya.

"Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya Bupati," terang Budi Prasetyo, dilansir pada Selasa 3 Maret 2026.

Namun hingga kini, KPK belum memerinci secara detail perkara apa yang menjerat putri pedangdut A Rafiq tersebut.

Dugaan Jual Beli Jabatan Ikut Mencuat

Di tengah pemeriksaan yang masih berlangsung, media sosial justru ramai membahas kemungkinan adanya dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Pekalongan.

Isu tersebut beredar luas setelah diunggah oleh akun Instagram @wiradesainfo pada Selasa (3/3/2026).

Dalam unggahannya, akun tersebut mempertanyakan apakah OTT yang dilakukan KPK terhadap Fadia Arafiq berkaitan dengan dugaan praktik jual beli jabatan di pemerintahan daerah.

Akun itu juga mengaitkan dengan unggahan sebelumnya yang menyinggung dugaan adanya oknum tenaga kesehatan yang harus membayar sejumlah uang untuk bisa bekerja di fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah daerah.

"Masih ingat postingan kami tentang banyaknya nakes (tenaga kesehatan) yang rela bayar puluhan juta demi bisa bekerja di Puskesmas atau RSUD di wilayah kabupaten Pekalongan?" tulis akun @wiradesainfo, dikutip pada Selasa 3 Maret 2026.

Unggahan tersebut turut mempertanyakan kelanjutan nasib para pihak yang diduga terlibat setelah OTT dilakukan.

"Bagaimana nasibnya kini setelah Fadia Arafiq ditangkap KPK?" imbuhnya.

Reaksi Warganet dan Harapan Pengusutan

Hingga artikel ini ditayangkan, unggahan akun Instagram tersebut telah dikomentari ratusan pengguna.

Sejumlah warganet mendesak agar KPK mengusut tuntas seluruh dugaan praktik menyimpang di Pekalongan.

"Usut tuntas semua pokoknya, termasuk kades-kades yang jalannya bodol," sahut akun @huda_set*****.

"Weh, ini ceritanya merangkap jadi pungli juga? Moga segera diusut tuntas," sahut akun @koru*****.

"Di Dinas kabupaten Pekalongan juga sikat dongggg usut tuntas juga itu buka loker tp pake uang pelicin bnyak oknumnya tuh pokoke KPK kudu amanah ojo gelem di wei pelicin pelicin," balas akun @nasa*******.

Meski isu tersebut ramai dibicarakan, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari KPK yang mengonfirmasi apakah dugaan jual beli jabatan di Puskesmas dan RSUD memiliki keterkaitan langsung dengan OTT terhadap Fadia Arafiq.

KPK Tegaskan Dugaan Pengadaan

Di sisi lain, KPK secara resmi menyebut OTT yang menjerat Fadia Arafiq berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

"Dugaan tindak pidana korupsi dalam case kali ini adalah berkaitan dengan pengadaan di wilayah Pemkab Pekalongan," ungkap Budi.

Pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diamankan masih berlangsung, dan KPK memiliki waktu sesuai ketentuan hukum untuk menentukan status mereka.

Hingga saat ini, belum dapat dipastikan apakah isu jual beli jabatan di sektor kesehatan memiliki hubungan langsung dengan OTT yang dilakukan KPK.

Publik masih menanti hasil resmi penyelidikan lembaga antirasuah, sekaligus berharap seluruh dugaan praktik korupsi dan pungutan liar di lingkungan Pemkab Pekalongan dapat diungkap secara transparan. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#jual beli jabatan #bupati pekalongan #puskesmas #ott kpk #rsud #Fadia Arafiq #nakes