Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ali Khamenei Tewas akbat Serangan Israel-AS ke Iran, Siapa yang akan Lanjutkan Tahta Kepemimpinannya?

Laila Zakiya • Senin, 2 Maret 2026 | 15:34 WIB

 

Ali Khamenei.
Ali Khamenei.

SOLOBALAPAN.COM - Dunia internasional diguncang eskalasi konflik besar di Timur Tengah setelah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, dikonfirmasi tewas akibat serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Kabar kematian Khamenei disampaikan televisi pemerintah Iran pada Minggu (1/3/2026) dini hari.

Serangan besar-besaran tersebut tidak hanya menghancurkan infrastruktur strategis, tetapi juga menewaskan anggota keluarga dekat sang Ayatollah serta puluhan warga sipil lainnya.

Operasi Militer dan Kondisi Jenazah

Kematian Ali Khamenei disebut sebagai dampak langsung dari operasi militer gabungan berskala masif yang diberi sandi Operation Epic Fury.

Laporan menyebutkan ratusan serangan dilancarkan dalam waktu singkat dengan sasaran fasilitas nuklir, pertahanan udara, pangkalan militer, hingga pusat pemerintahan Iran.

Kompleks kediaman Khamenei di Teheran menjadi salah satu target utama.

Jenazah pria berusia 86 tahun itu ditemukan di bawah reruntuhan bangunan dengan luka akibat pecahan proyektil.

Informasi tersebut mempertegas besarnya dampak serangan yang menghantam jantung kekuasaan Iran.

Respons Keras dari Amerika Serikat dan Israel

Presiden AS Donald Trump merespons cepat kabar kematian Khamenei melalui platform Truth Social.

Dalam pernyataannya, ia menyebut operasi militer tersebut sebagai momen penentu bagi masa depan Iran dan kawasan Timur Tengah.

Trump juga menegaskan bahwa serangan presisi akan terus berlanjut demi mencapai stabilitas regional.

Pernyataan senada disampaikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang menekankan bahwa operasi gabungan akan berlangsung selama dianggap perlu.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyampaikan peringatan keras bahwa Amerika Serikat siap mengakhiri konflik dengan kekuatan penuh apabila ancaman terhadap warganya terus berlanjut.

Kekosongan Kekuasaan dan Masa Berkabung Iran

Tewasnya Ali Khamenei bersama sejumlah petinggi militer dan pejabat tinggi Iran disebut sebagai pukulan terberat bagi rezim Mullah sejak Revolusi Islam 1979.

Pemerintah Iran segera menetapkan 40 hari masa berkabung nasional serta tujuh hari libur nasional.

Untuk mengisi kekosongan kekuasaan, Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Mokhber menyatakan bahwa kepemimpinan tertinggi sementara akan dijalankan secara kolektif oleh Presiden Iran, Ketua Pengadilan, dan anggota Dewan Wali Iran.

Di tengah suasana duka resmi negara, situasi di dalam negeri Iran justru menunjukkan reaksi yang terbelah.

Sejumlah laporan menyebutkan adanya aksi massa di Teheran dan kota-kota besar lain yang menuntut perubahan, sementara di luar negeri, warga Iran di pengasingan juga menggelar perayaan.

Siapa Penerus Ali Khamenei?

Pertanyaan besar yang kini mengemuka adalah siapa yang akan melanjutkan tahta kepemimpinan tertinggi Iran.

Nama Mojtaba Khamenei, putra Ayatollah Ali Khamenei, disebut-sebut sebagai kandidat terkuat Rahbar berikutnya.

Mojtaba Khamenei dilaporkan selamat dari serangan dan disebut telah dipersiapkan untuk suksesi dalam dua tahun terakhir.

Meski belum ada konfirmasi resmi, dukungan dari kalangan ulama berpengaruh disebut menguatkan posisinya.

Putra kedua Khamenei itu dikenal memiliki latar belakang kuat dalam teologi Islam dan pengaruh signifikan di lingkaran politik Iran, meski tidak memegang jabatan pemerintahan formal.

Namanya mulai banyak disorot sejak krisis pemilu Iran 2009, ketika ia disebut berperan dalam pengelolaan respons negara terhadap kerusuhan politik.

Kematian Ali Khamenei menandai babak baru ketidakpastian di Iran dan kawasan Timur Tengah.

Dengan konflik yang masih berlangsung dan serangan balasan Iran ke wilayah Israel, perhatian dunia kini tertuju pada proses suksesi kepemimpinan serta arah kebijakan Iran ke depan.

Apakah Mojtaba Khamenei akan benar-benar melanjutkan tahta sang ayah, atau muncul figur lain dari Majelis Ahli, menjadi pertanyaan krusial yang akan menentukan stabilitas politik Iran dalam waktu dekat. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#Mojtaba Khamenei #as #Israel #serangan iran #ali khamenei