Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Cinta Ditolak, Rehan Ternyata Sudah Susun Rencana Habisi Nyawa Mahasiswi UIN Suska Riau, 2 Alat Tempur Dipersiapkan

Laila Zakiya • Jumat, 27 Februari 2026 | 11:07 WIB

 

Rehan, pelaku pembacokan mahasiswi UIN Suska Riau.
Rehan, pelaku pembacokan mahasiswi UIN Suska Riau.

SOLOBALAPAN.COM - Kasus pembacokan yang menimpa mahasiswi UIN Suska Riau terus menguak fakta baru.

Polisi memastikan aksi pelaku bukan perbuatan spontan, melainkan sudah disiapkan dengan matang sejak awal.

Korban berinisial Fara (23) diserang di depan kelas lantai dua Gedung Fakultas Ilmu Hukum Syariah, Kampus UIN Suska Riau, Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.

Saat itu, korban tengah berada di depan ruang kelas sebelum perkuliahan dimulai.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan korban langsung dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan intensif usai kejadian.

"Saya tadi sudah melihat kondisi korban. Ada beberapa luka ya. Satu di lengan dan juga ada di bagian kepala. Korban selamat dan saat ini sedang mendapat perawatan intensif," kata Kombes Pandra di RS Bhayangkara, Kamis (26/2/2026).

Menurut Pandra, pelaku berinisial R atau Rehan telah diamankan tak lama setelah kejadian.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan adanya niat kuat dari pelaku untuk melakukan penganiayaan.

"Antara pelaku dan korban ini memang memiliki hubungan yang cukup dekat ya. Jadi dari awal itu pelaku R sudah memiliki niat untuk melakukan tindakan tersebut terhadap korban," terangnya.

Dua Senjata Tajam Sudah Disiapkan

Fakta lain yang terungkap, Rehan tidak datang dengan tangan kosong. Ia membawa dua senjata tajam sekaligus saat menghampiri korban.

Kabid Humas Polda Riau menyebut, pelaku sudah mempersiapkan parang dan kapak sebelum mendatangi korban di depan kelas.

"Saat bertemu korban Fara, pelaku langsung mengayunkan kapaknya. Saat itu mahasiswa, sekuriti, langsung memberikan pertolongan termasuk juga mengamankan pelaku," ungkap Kombes Pandra.

Polisi menegaskan, hubungan korban dan pelaku bukan orang asing. Keduanya saling mengenal dan memiliki kedekatan, yang kemudian memicu konflik emosional.

"Antara korban dan pelaku saling mengenal. Jadi sementara ini diketahui, memang ada rasa dendam yang mendasari pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban Fara," sambungnya.

Awal Mula Hubungan Saat KKN

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah mengungkap kronologi awal hubungan pelaku dan korban.

Keduanya pertama kali saling mengenal saat menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Juli hingga Agustus 2025.

"Pelaku dengan korban ini kenal waktu KKN, dia kenal bulan Juli sampai dengan Agustus 2025. Saat itu korban dan pelaku berteman baik dan pelaku jatuh hati kepada korban. Setelah November 2025 selesai KKN-nya, pelaku dan korban sempat jalan pergi bareng dan segala macamnya. Ini berdasarkan keterangan pelaku ya. Pelaku menganggap dia memiliki hubungan dengan korban," terang AKP Anggi.

Namun, perasaan tersebut tak berbalas. Saat pelaku menyatakan cintanya, korban menolak karena telah memiliki pasangan. Penolakan itu menjadi titik balik emosi pelaku.

"Pelaku berniat membunuh korban karena sakit hati. Jadi mereka tidak pacaran, tetapi pelaku saja yang menganggap pacaran. Niat dari awal memang pelaku ini ingin membunuh korban karena parang dan kapaknya diasah terlebih dahulu. Seperti cinta bertepuk sebelah tangan," sambungnya.

Polisi menilai adanya unsur perencanaan kuat, lantaran senjata tajam telah diasah sebelum kejadian. Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif dan proses hukum terus berlanjut. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#uin suska #riau #kasus pembacokan #KAPAK #parang #rehan