Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Dianggap Jelek-jelekin Negara Sendiri padahal Penerima LPDP, Sasetyaningtyas Panen Kritik usai Pamer Anaknya yang Kini Jadi WNA

Laila Zakiya • Rabu, 18 Februari 2026 | 09:17 WIB

 

Viral Sasetyaningtyas pamer anaknya kini resmi jadi WNA.
Viral Sasetyaningtyas pamer anaknya kini resmi jadi WNA.

SOLOBALAPAN.COM - Nama Dwi Sasetyaningtyas mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Video yang memperlihatkan ekspresi bahagianya saat sang anak resmi menjadi warga negara Inggris viral dan memicu perdebatan panjang, terutama setelah publik mengetahui latar belakangnya sebagai mantan penerima Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Video tersebut pertama kali ramai dibagikan ulang di platform X dan telah ditonton jutaan kali.

Dalam video itu, Tyas—sapaan akrabnya—menyampaikan kebahagiaannya setelah menunggu selama empat bulan sebuah dokumen penting.

"Akhirnya paket yang aku tunggu-tunggu selama empat bulan ke belakang nyampe juga," kata Tyas.

"Ini paket bukan sembarang paket, isinya adalah sebuah dokumen yang penting banget yang mengubah nasib dan masa depan anak-anakku," sambungnya.

Momen tersebut semakin emosional ketika Tyas membuka amplop berisi surat resmi dari otoritas Inggris.

"Ini adalah surat dari home office Inggris yang menyatakan kalau anak aku yang kedua udah diterima jadi Warga Negara Inggris," ungkap Tyas kemudian.

"Dan yang kedua.. udah resmi jadi British Citizen," lanjutnya.

Sementara itu, sang bayi terlihat bermain santai tanpa menyadari euforia yang dirasakan ibunya.

Tyas yang masih berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi masa depan anak-anaknya.

"Aku tahu dunia terlihat nggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ujar Tyas.

Pernyataan inilah yang kemudian memicu reaksi keras dari warganet.

Status Tyas sebagai eks penerima beasiswa LPDP kembali diungkit dan memantik berbagai komentar pedas.

Sejumlah warganet menilai sikap tersebut seolah merendahkan Indonesia, terlebih mengingat dana LPDP bersumber dari uang negara.

"Tapi katanya dia 'kabur' pake uang pajak kita ya? (LPDP). Gimana ya mau nanggapinnya, ibarat kita habis ngasih minum ke orang yang haus terus diludahin sama yang dikasih minum pas dia udah gak haus," komentar seorang warganet.

"Hi Mbak, di balik privilege LPDP yang kamu terima ada banyak anak Indonesia yang susah sekolah, guru-guru yang gajinya kecil dan sekolah pedalaman yang fasilitasnya kurang. Kalo LPDP ujungnya cuman ngejelek-jelekin negara sendiri dan banggain negara lain, malu-maluin sih," sambung warganet lainnya.

"Lintah. Nyedot uang rakyat. Dan dia bangga," kesal netizen dalam kolom komentar.

"Sekolah pake LPDP, lulus cari cowok bule supaya anaknya WNA, kembalikan duit pajak buat biaya LPDP lu," tambah lainnya.

Gelombang kritik tersebut membuat Tyas akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi.

Ia menegaskan bahwa kewajibannya sebagai penerima LPDP telah lama diselesaikan.

"Aku LPDP lulus tahun 2017, sudah kembali ke Indonesia selama lima tahun, dan berkontribusi lewat bisnis saya hingga hari ini," ungkap Tyas lewat sebuah komentar.

Melalui informasi di bio Instagram pribadinya, Tyas diketahui mengelola bisnis Sustaination yang bergerak di produk ramah lingkungan serta komunitas Cerita Kompos.

Ia pun meminta publik untuk tidak mencampuradukkan beasiswa yang pernah diterimanya dengan status kewarganegaraan anak-anaknya.

"Kewajiban saya sama LPDP sudah tuntas, dan kewarganegaraan anak saya itu hak anak saya dari lahir karena dia lahir di Inggris. Status warga negara anak saya tidak ada hubungan lagi dengan beasiswa yang saya terima," bebernya. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#Awardee #lpdp #inggris #Dwi Sasetyaningtyas #wna