SOLOBALAPAN.COM, NEW YORK – Nama Jeffrey Epstein kembali menjadi perbincangan panas di seluruh dunia.
Hal ini menyusul langkah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) yang merilis jutaan dokumen rahasia terkait kasus perdagangan seks sang miliarder pada 30 Januari 2026 lalu.
Dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files ini menyingkap tabir gelap kehidupan pria yang meninggal di sel tahanan pada 2019 tersebut.
Tidak tanggung-tanggung, sederet nama tokoh paling berpengaruh di muka bumi, mulai dari mantan Presiden AS hingga Pangeran Inggris, turut terseret dalam pusaran skandal ini.
Siapa Sebenarnya Jeffrey Epstein?
Lahir dan besar di New York dari keluarga Yahudi kelas menengah, latar belakang Epstein sebenarnya jauh dari kemewahan.
Ia bukanlah lulusan universitas ternama, bahkan tidak menyelesaikan pendidikan tingginya.
Berikut adalah perjalanan karir awal Epstein yang cukup kontradiktif:
-
Guru Sekolah: Pada pertengahan 1970-an, ia bekerja sebagai guru matematika dan fisika di Dalton School, sebuah sekolah swasta elit di Manhattan.
-
Bankir Investasi: Karirnya melonjak drastis saat direkrut oleh Bear Stearns, salah satu bank investasi raksasa di Wall Street.
-
Mendirikan Firma: Pada 1982, ia mendirikan J. Epstein & Co., firma keuangan tertutup yang mengelola aset lebih dari 1 miliar dolar AS.
Misteri Sumber Kekayaan Fantastis
Salah satu pertanyaan terbesar publik adalah dari mana Epstein mendapatkan kekayaan bersih yang diperkirakan mencapai 560 hingga 580 juta dolar AS.
Ternyata, Epstein lihai memanfaatkan relasi dengan orang-orang super kaya.
Berdasarkan dokumen dan penelusuran, berikut adalah pilar utama sumber kekayaan Epstein:
-
Les Wexner (Pendiri L Brands): Epstein memegang kuasa penuh keuangan Wexner dan menerima bayaran lebih dari 200 juta dolar AS selama satu dekade. Ia bahkan mendapatkan townhouse mewah di Manhattan dari relasi ini.
-
Leon Black (Apollo Global Management): Epstein menerima bayaran fantastis sekitar 158–170 juta dolar AS hanya untuk jasa konsultasi pajak dan aset.
-
Skema Pajak: Memanfaatkan domisili di Kepulauan Virgin AS, ia berhasil menghemat pajak hingga 300 juta dolar AS antara tahun 1999–2018.
Jejak Kriminal dan Kematian Penuh Tanda Tanya
Epstein mulai menjadi sorotan hukum pada 2005 atas dugaan pelecehan seksual anak di bawah umur.
Namun, pada 2008 ia mendapatkan "kesepakatan abad ini" yang membuatnya hanya divonis ringan 18 bulan penjara dengan kebebasan parsial.
Barulah pada Juli 2019, ia kembali ditangkap otoritas federal dengan tuduhan lebih berat terkait perdagangan seks.
Belum sempat diadili, Epstein ditemukan tewas gantung diri di selnya pada Agustus 2019.
Kini, dengan terbukanya dokumen baru, publik kembali diingatkan pada sosok predator yang menggunakan pulau pribadinya, Little Saint James, sebagai sarang eksploitasi seksual yang melibatkan para elit dunia. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo