SOLOBALAPAN.COM - Kasus Jeffrey Epstein kembali menjadi sorotan dunia setelah pemerintah Amerika Serikat merilis jutaan dokumen rahasia yang dikenal sebagai Epstein Files.
Arsip ini tidak hanya membongkar jaringan kejahatan seksual yang melibatkan elite global, tetapi juga memicu rasa penasaran publik soal satu lokasi misterius yang kerap disebut sebagai “Pulau Pedo” milik Epstein.
Epstein Files Dibuka, Skandal Masuk Babak Baru
Kasus Epstein memasuki fase baru setelah disahkannya Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein pada akhir 2025.
Aturan tersebut mewajibkan Departemen Kehakiman AS membuka seluruh dokumen investigasi ke publik.
Lebih dari 3 juta halaman dokumen, termasuk ribuan email, foto, dan video, dirilis pada 30 Januari 2026.
Sejumlah nama besar dunia muncul, mulai dari politisi, pengusaha, hingga tokoh kerajaan.
Meski demikian, kemunculan nama dalam berkas tidak otomatis berarti keterlibatan kriminal.
Dimana Lokasi ‘Pulau Pedo’ Jeffrey Epstein?
Pulau pribadi Epstein yang paling sering disebut dalam dokumen dan kesaksian adalah Little St. James.
Pulau ini terletak di Kepulauan Virgin Amerika Serikat, sekitar dua mil dari St. Thomas, Karibia, dengan luas sekitar 70–72 hektare.
Little St. James kerap dijuluki media internasional sebagai “Pedophile Island” karena diduga menjadi lokasi utama Epstein melakukan tindak kejahatan seksual, termasuk membawa gadis di bawah umur menggunakan helikopter dan pesawat pribadi.
Alamat Epstein Island Terungkap dalam Email
Dalam Epstein Files, terdapat email internal yang secara jelas mencantumkan alamat Epstein Island.
Email tersebut dikirim oleh Lesley Groff, mantan asisten pribadi Epstein, terkait pengiriman barang ke pulau tersebut.
“Saya mengerti Anda perlu mengirimkan "Tanzania Art" milik Jeffrey ke pulaunya... Berikut alamatnya dan saya telah mengirimkan salinan email ini kepada para pengasuhnya agar mereka dapat memantau…,” tulis Groff.
“Bisakah Anda memberi tahu kami semua setelah Anda mengirimkan barang dan juga nomor pelacakannya? Jeffrey Epstein c/o FTC 6100 Red Hook Quarter, Suite B-3 St. Thomas, USVI USVI 0080,” lanjutnya
Email ini memperkuat dugaan bahwa Little St. James memang menjadi pusat aktivitas Epstein, termasuk saat kasusnya sudah berada dalam pengawasan hukum.
Kesaksian Warga Lokal: Aktivitas Terang-terangan
Sejumlah warga St. Thomas dan mantan pekerja bandara mengungkap kesaksian mengejutkan soal aktivitas Epstein.
Mereka menyebut Epstein kerap terlihat membawa anak perempuan yang diduga masih di bawah umur ke pulau tersebut.
“Satu insiden khususnya sangat membekas di benak saya, karena gadis-gadis itu masih sangat muda. Usia mereka mungkin tidak lebih dari 16 tahun. Epstein tampak sangat marah dan melemparkan jaketnya ke salah satu dari mereka. Mereka juga membawa tas belanja dari toko-toko yang bukan berada di pulau itu. Saya ingat berpikir, ‘Di mana mereka berbelanja?’” beber seorang mantan pengontrol lalu lintas udara di landasan pacu dikutip Vanity Fair, (20/7/2019).
Kesaksian lain menyebut Epstein tidak berusaha menyembunyikan aktivitasnya karena lokasi bandara sangat terbuka untuk umum.
“Fakta bahwa gadis-gadis muda turun dari helikopternya dan naik ke pesawatnya, seolah-olah dia memamerkannya. Tetapi dikatakan bahwa dia selalu memberi tip yang sangat besar, jadi semua orang mengabaikannya.” jelasnya.
Nama Indonesia Ikut Muncul di Epstein Files
Rilis Epstein Files juga memunculkan kata kunci Indonesia dalam katalog dokumen.
Tercatat ada 902 berkas yang memuat nama pejabat dan pengusaha Indonesia.
Namun, menurut dosen hukum pidana Universitas Gadjah Mada, keterlibatan nama Indonesia tidak serta-merta bermakna pidana.
"Kalau misalkan tidak ada disebut dan tidak ada kaitan dengan suatu perbuatan yang melawan hukum, secara umum ya tidak ada permasalahan. Jadi itu hanya sebagai informasi yang terbuka saja untuk publik menurut undang-undang di AS," ungkap Akbar, seperti dikutip dari BBC News Indonesia.
Hingga kini, belum ada polemik besar di Indonesia terkait kemunculan nama-nama tersebut.
Elon Musk hingga Trump Tercatat dalam Dokumen
Epstein Files juga memuat korespondensi email Epstein dengan sejumlah tokoh ternama dunia, termasuk Elon Musk. Dalam salah satu email tahun 2012, Musk menulis:
“Hari atau malam mana yang akan menjadi pesta paling liar di pulau Anda?”
Meski demikian, tidak ada bukti bahwa Musk benar-benar mengunjungi pulau Epstein.
Musk juga menegaskan dirinya tidak pernah dituduh melakukan pelanggaran hukum dalam kasus ini.
Nama Donald Trump pun muncul ratusan kali dalam dokumen. Namun Departemen Kehakiman AS menegaskan banyak klaim dalam berkas bersifat tidak terverifikasi.
"Beberapa dokumen berisi klaim yang tidak benar dan sensasional saja terhadap Presiden Trump. Itu diajukan ke FBI tepat sebelum pemilu 2020," ujar Departemen Kehakiman AS.
Epstein Files Masih Menyisakan Tanda Tanya
Meski jutaan halaman dokumen telah dibuka, belum ada kepastian apakah seluruh Epstein Files benar-benar sudah dirilis. Sejumlah pihak menilai masih ada jutaan dokumen yang ditahan.
Kontroversi ini kembali memunculkan kecurigaan lama bahwa ada upaya sistematis untuk melindungi tokoh-tokoh berpengaruh yang pernah berada dalam lingkaran Jeffrey Epstein. (lz)
Editor : Laila Zakiya