Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Lebih Pahit dari Tuduhan Spons! Pak Sudrajat Ternyata Berjuang Hidupi 5 Anak dengan Rp50 Ribu: Ini Kisahnya!

Damianus Bram • Rabu, 28 Januari 2026 | 16:00 WIB
Nasib pilu menimpa seorang penjual es kue di Kemayoran. Pria bernama Sudrajat ini mengaku menjadi korban kekerasan oleh oknum.
Nasib pilu menimpa seorang penjual es kue di Kemayoran. Pria bernama Sudrajat ini mengaku menjadi korban kekerasan oleh oknum.

SOLOBALAPAN.COM – Nama Pak Sudrajat (49) mendadak viral setelah video penangkapan dan tuduhan menjual es berbahan spons di Kemayoran tersebar luas.

Namun, di balik keributan tersebut, terselip fakta menyayat hati tentang kemiskinan ekstrem yang membelit keluarganya.

Pria asal Bojong Gede ini ternyata harus menelan kenyataan pahit bahwa kerja kerasnya selama 15 tahun belum mampu membawa anak-anaknya lulus SMA.

Sudrajat yang setiap harinya menempuh jarak Bogor-Jakarta demi penghasilan bersih Rp 50 ribu, kini harus menelan pil pahit, dimana kelima anaknya terpaksa putus sekolah karena biaya pendidikan yang tak terbayarkan oleh butiran es gabusnya.

Potret Kemiskinan: Rp 50 Ribu untuk 7 Nyawa

Sudrajat telah melakoni profesi sebagai penjual es kue selama 15 tahun. Setiap pagi, ia berangkat dari Bojong Gede menuju Jakarta dengan harapan membawa pulang rezeki.

Namun, realitanya sangat jauh dari kata layak. Sang putri, Zaitun (18), mengungkapkan bahwa ayahnya hanya mampu membawa pulang uang bersih sekitar Rp 50 ribu setelah setoran modal.

Uang yang tak seberapa itu harus dibagi untuk kebutuhan makan tujuh anggota keluarga.

"Bapak pulang bawa Rp 100 ribu, tapi setelah nyetor, bersihnya cuma Rp 50 ribu. Itu buat menghidupi kami berlima (anak-anak)," ungkap Zaitun dikutip dari JawaPos.com, Rabu (28/1/2026).

Pendidikan yang Menjadi Kemewahan Tak Terjangkau

Akibat keterbatasan ekonomi, mimpi anak-anak Sudrajat untuk bersekolah harus kandas satu per satu.

Zaitun sendiri harus berhenti setelah lulus SMP. Keinginan kuat untuk melanjutkan ke jenjang SMA harus ia kubur dalam-dalam demi membantu dapur tetap ngebul.

Kondisi serupa dialami oleh kakak-kakaknya yang kini bekerja di pasar sebagai buruh kasar.

Hingga saat ini, tidak ada satu pun anak Sudrajat yang berhasil menamatkan SMA.

Hanya anak keempat yang masih bertahan di kelas 1 SD, itu pun dengan masa depan yang masih menjadi tanda tanya.

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Diintimidasi karena Tuduhan Palsu

Penderitaan Sudrajat memuncak saat ia mengalami kekerasan fisik pada Sabtu (24/1/2026).

Ia dituduh menjual es berbahan spons dan mendapatkan perlakuan kasar dari oknum di lapangan.

"Ditonjok, dibanting, kakinya dibikin gantung," kenang Sudrajat tentang intimidasi yang ia terima sebelum akhirnya dinyatakan tidak bersalah oleh hasil laboratorium Dokpol Polda Metro Jaya.

Meskipun hasil lab menyatakan es gabusnya aman dikonsumsi, trauma fisik dan psikologis masih membekas. 

Pak Sudrajat kini tidak hanya berjuang memulihkan nama baiknya, tetapi juga terus bertarung melawan kemiskinan demi anak-anaknya. (dam)

Editor : Damianus Bram
#viral #sudrajat #spons #es gabus spons hoaks #penjual es gabus