SOLOBALAPAN.COM - Pemandangan ikonik Danau Singkarak di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, kini berubah drastis dan memprihatinkan.
Danau yang selama ini dikenal berkat panorama biru tenangnya, kini dipenuhi oleh hamparan gelondongan kayu usai dihantam banjir bandang (galodo) besar.
Material kayu tersebut memenuhi permukaan air di kawasan Nagari Muaro Pingai, menutup pesona wisata andalan daerah itu.
Ikon wisata yang selama ini menjadi kebanggaan daerah itu kini tampak kelabu, tertutup material kayu yang memenuhi permukaan air.
Kayu-kayu gelondongan tersebut terseret dari titik-titik galodo di wilayah Solok dan bermuara di kawasan Nagari Muaro Pingai.
Berdasarkan foto udara yang beredar di media sosial, Senin (1/12/2025) lalu, permukaan Danau Singkarak terlihat dipenuhi material kayu dalam bentangan luas, hingga menutup sebagian besar area danau.
Material ini merupakan sisa-sisa sapuan banjir bandang yang terjadi berhari-hari, mengikuti aliran sungai sebelum akhirnya berhenti di Singkarak.
Kehilangan Pesona dan Terancamnya Ikan Bilih
Selama bertahun-tahun, Danau Singkarak terkenal berkat pemandangan indah, udara segar, serta suasana yang menenangkan.
Tempat ini juga populer karena keberadaan ikan bilih, spesies khas yang hanya hidup di Singkarak, dan menjadi ikon kuliner daerah.
Namun kini, wajah Singkarak berubah total. Tumpukan kayu gelondongan yang mengambang pascabencana galodo membuat danau ini tampak muram, jauh dari citra elok yang selama ini melekat.
Keindahannya tertutup oleh dampak bencana, meninggalkan pekerjaan besar bagi pemerintah dan masyarakat untuk memulihkannya.
Unggahan foto di Instagram @nabilllntn, Rabu (3/12/2025), menunjukkan betapa parahnya kondisi ini.
"Sungguh memprihatinkan, sampah yang terdiri dari kayu, sampah plastik, dan sampah rumah tangga mengapung di atas Danau Singkarak," tulis pengunggah foto tersebut.
"Kalau sudah seperti ini, bagaimana ya cara membersihkan sampah yang jumlahnya sangat besar ini?" tanyanya, menyoroti tantangan pemulihan lingkungan yang harus dihadapi. (dam)
Editor : Damianus Bram