SOLOBALAPAN.COM - Kabar buruk menimpa dunia jurnalisme olahraga Malaysia. Jurnalis senior Haresh Deol dilaporkan mendapat serangan kekerasan fisik dari dua orang tak dikenal di tempat umum.
Serangan ini diduga kuat terkait kritik tajamnya terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), khususnya mengenai skandal naturalisasi pemain.
Melalui akun X pribadinya, Haresh Deol mengonfirmasi kejadian tersebut, bahkan menyebut bahwa salah satu pelaku sengaja merekam aksi penyerangan itu.
"Saya baru saja diserang oleh dua orang, dan ada orang lain yang merekam video saya yang sedang diserang. Saya baru saja mengajukan laporan polisi," tulis akun X @HareshDeol.
Profil Haresh Deol: Pengkritik Vokal FAM
Haresh Deol dikenal sebagai jurnalis senior yang berpengaruh di Negeri Jiran.
Ia kini menjabat sebagai Wakil Presiden Klub Pers Nasional Malaysia dan merupakan pendiri kanal berita independen TwentyTwo13 yang berbasis di Kuala Lumpur.
Pria berambut panjang ini menjadi salah satu sosok yang sangat vokal dalam melontarkan kritik keras terhadap FAM, terutama terkait kasus dugaan pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi tim nasional yang sempat ia angkat.
Kronologi Penyerangan: Dipukul Hingga Terluka
Kronologi penyerangan terhadap Haresh Deol diungkapkan oleh Zack Rahim, seorang senior di dunia olahraga Malaysia, melalui unggahan di Facebook. Kejadian penyerangan terjadi di tempat parkir Bangsar.
"Wartawan sukan terkenal Haresh Deol diserang di tempat parkir di Bangsar petang tadi. Beliau diserang oleh 2 lelaki bermotosikal (mengendarai motor) selepas makan tengahari di sana dan dalam perjalanan untuk ke kereta (mobil) untuk pulang ke pejabat."
Zack menuliskan bahwa Haresh dipukul hingga jatuh ke jalan, mengalami luka di bagian siku dan jari, serta mengalami luka bengkak di bawah mata kiri.
Motif Serangan Diduga Bukan Perampokan
Yang menguatkan dugaan bahwa serangan ini bermotif intimidasi, bukan perampokan, adalah fakta bahwa barang-barang pribadi korban tidak dirampas oleh pelaku.
Dirinya juga menambahkan bahwa barang-barang pribadi seperti laptop, handphone, hingga uang milik Haresh Deol tidak dirampas oleh pelaku.
Sama seperti keterangan Haresh Deol, Zack Rahim mengungkapkan bahwa setelah melakukan penyerangan, kedua pelaku melarikan diri mengendarai motor setelah sempat merekam video dan mengambil foto korban yang tergeletak di jalan.
Dugaan penyerangan ini sebagai aksi teror terhadap jurnalis yang kritis pun semakin menguat. (dam)
Editor : Damianus Bram