SOLOBALAPAN.COM - Di balik performa bugar dan stamina prima para pemain Tim Nasional (Timnas) U-17 Indonesia yang tengah berlaga di Piala Asia U-17, Stadion Prince Abdullah Al Faisal Sports City, Arab Saudi, terselip peran penting dua fisioterapis handal.
Mereka adalah alumni kebanggaan dari Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Dua alumni UMS, Enggar Puridyasmoro, S.Ftr., (D3 Fisioterapi 2016, S1 Fisioterapi 2020) dan Wildan, S.Fis, S.Ftr., (lulusan 2014), menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional.
Baca Juga: Kata-kata Nova Arianto Setelah Berhasil Antarkan Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia U-17
Keduanya dipercaya menjadi Sport Physiotherapist resmi bagi Timnas Sepak Bola U-17 Indonesia. Keahlian mereka memegang peranan krusial dalam menjaga kondisi fisik dan mempercepat pemulihan cedera para pemain muda Garuda Asia selama turnamen bergengsi ini.
Kontribusi signifikan Enggar dan Wildan semakin terasa saat Timnas U-17 Indonesia berhasil mengamankan tiket bersejarah menuju Piala Dunia U-17 2026 di Qatar.
Kepastian itu diraih usai kemenangan telak 4-1 atas Yaman dalam laga penentuan yang mendebarkan.
"Peran fisioterapis tidak hanya hadir saat pemain mengalami cedera, tetapi juga esensial dalam menjaga performa puncak pemain sepanjang turnamen. Kami sangat bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan bersejarah ini," ungkap Enggar dengan penuh haru.
Keberhasilan ini bukan hanya menjadi catatan emas bagi sepak bola Indonesia, tetapi juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia fisioterapi nasional, khususnya bagi seluruh civitas akademika UMS.
Keterlibatan aktif Enggar dan Wildan membuktikan bahwa lulusan pendidikan vokasi dan sarjana fisioterapi memiliki kontribusi nyata dan signifikan dalam dunia olahraga, baik di level nasional maupun global.
Baca Juga: Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia U-17, Begini Reaksi Erick Thohir
Program Studi Fisioterapi UMS sendiri terus menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, siap kerja, dan memiliki daya saing internasional.
Kiprah gemilang kedua alumninya ini menjadi sumber inspirasi yang kuat bagi para mahasiswa aktif dan calon fisioterapis muda di seluruh Indonesia. (an)
Editor : Andi Aris Widiyanto