Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Pihak MTS Nurul Huda Kalibuntu Losari Beri Klarifikasi Soal Ibu Kantin yang Buang Dagangan Siswi, Sebut Hanya Salah Paham

Didi Agung Eko Purnomo • Sabtu, 21 Desember 2024 | 01:35 WIB
Viral ibu kantin MTS di Brebes diduga buang dagangan siswa.
Viral ibu kantin MTS di Brebes diduga buang dagangan siswa.

SOLOBALAPAN.COM - Sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu kantin yang membuang dagangan seorang murid dari MTS Nurul Huda Kalibuntu Losari, Brebes, menjadi viral dan banyak dibicarakan di media sosial.

Unggahan tersebut pertama kali muncul di akun Instagram @updatebrebes, yang kemudian memicu berbagai komentar dari warganet.

Reaksi dari masyarakat pun bermacam-macam, dan pihak sekolah segera memberikan klarifikasi untuk menjelaskan peristiwa yang menjadi perbincangan publik tersebut.

Melalui akun Twitter X @neVerAl0nely, pihak MTS Nurul Huda Kalibuntu Losari segera mengonfirmasi kejadian itu.

Salah seorang perwakilan sekolah, Pak Syahroni, yang juga bertugas di bagian kurikulum, menjelaskan latar belakang video yang sedang viral tersebut.

Klarifikasi dari Pihak Sekolah

Syahroni memberikan penjelasan mengenai kejadian yang terekam dalam video tersebut.

"Jadi, kronologi aslinya adalah jajanan yang viral di video itu sebenarnya merupakan produk dari program P5RA," ungkapnya, yang dilansir dari akun Twitter X @neVerAl0nely.

P5RA sendiri merupakan sebuah proyek yang terkait dengan penguatan karakter dan kewirausahaan di sekolah.

Syahroni menjelaskan bahwa dalam kurikulum terbaru yang diterapkan di MTS Nurul Huda, ada penekanan pada penguatan profil Pancasila, yang di antaranya mencakup aspek kewirausahaan.

“Dalam kurikulum terbaru itu kan ada penguatan profil Pancasila yang berkaitan dengan kewirausahaan,” ujarnya.

Bukan Jualan Siswa

Lebih lanjut, pihak sekolah menegaskan bahwa dagangan yang terekam dalam video viral tersebut bukan merupakan produk yang dijual oleh siswa.

Hal ini merupakan hasil dari proyek kewirausahaan yang menjadi bagian dari pengembangan pelajar Pancasila yang dipandu oleh ibu Kholifah.

Syahroni menekankan, "Perlu kami klarifikasi bahwa itu bukan jualan siswa."

Menurutnya, video yang beredar di media sosial menggambarkan narasi yang berbeda dengan kenyataannya.

Dengan adanya klarifikasi ini, pihak sekolah berharap masyarakat dapat memahami konteks yang sebenarnya.

"Kejadian ini seharusnya dianggap sebagai bentuk kesalahpahaman terkait pemberitaan yang berkembang," ujarnya.

Klarifikasi dari pihak MTS Nurul Huda Kalibuntu Losari ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang latar belakang kejadian yang terekam dalam video tersebut.

Peristiwa ini seharusnya dijadikan sebagai pelajaran tentang pentingnya memahami konteks dalam setiap pemberitaan yang beredar.

Dalam era digital saat ini, informasi dapat dengan mudah tersebar tanpa pemahaman yang mendalam, dan ini bisa menimbulkan kesalahpahaman yang tidak diinginkan.

Sekolah juga menekankan pentingnya program kewirausahaan dalam pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan siswa.

Proyek seperti P5RA memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar langsung tentang dunia usaha dan kewirausahaan, yang seharusnya menjadi apresiasi positif bagi pengembangan karakter dan keterampilan mereka.

Dengan adanya penjelasan ini, diharapkan kejadian tersebut tidak hanya menjadi viral karena kesalahpahaman.

Tetapi juga membuka diskusi tentang pentingnya pendidikan kewirausahaan di sekolah-sekolah, terutama dalam membentuk generasi muda yang kreatif dan mandiri. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Kalibuntu Losari Brebes #MTs Nurul Huda #ibu kantin #klarifikasi #siswi