SOLOBALAPAN.COM - Oknum bidan yang disebut juga merangkap sebagai lurah di Prabumulih bernama Zainab tengah menjadi buah bibir usai diduga melakukan malapraktik.
Zainab yang berprofesi sebagai seorang bidan, diduga melakukan malapraktik yang membuat seorang pasien dengan keluhan sakit GERD berakhir menjadi harus melakukan cuci darah secara rutin.
Nahasnya, kini pasien yang sempat ditangani bidan Zainab itu berakhir meninggal dunia.
Adalah R (59), yang menjadi pasien bidan Zainab di Prabumulih, Sumatera Selatan.
Keluarga pasien melalui akun Instagram @voltcyber_v2 pun membeberkan aksi sang bidan.
Dalam video yang beredar, terlihat wanita yang kemudian disebut sebagai bidan Zainab tengah meracik sebuah suntikan.
Berbagai macam cairan dicampurkan oleh bidan Zainab dalam suntikan yang digunakannya itu.
Aksi bidan Zainab yang tengah mencampur racikannya itupun menuai atensi banyak warganet.
Banyak yang menyangsikan apa yang dilakukan oleh Zainab.
Terlebih dalam video yang beredar tersebut, Zainab mengaku sudah mendapatkan resep dokter untuk racikan yang dibuatnya.
'wadaawww bang ... ini ada kalimat "sudah sesuai resep", lha bidan itu dapet resep dari mana bang? apakah resep dia yg buat atau pasien sblmnya ada pernah periksa ke dokter, dapet resep trs dikasihkan ke bidan utk eksekusi?,' komentar akun Instagram @dr.******que.
'Itu kayanya pakai spuit 50cc deh buat irigasi telinga selama 4 tahun kerja gak pernah pakai spuit itu buat injeksi pasien, biasanya pakai yg 3cc 5cc dan paling besar 10cc tapi jarang dan gak semua obat digabung jadi 1 gitu, karena ada bbrp obat yg klo digabung jadi menggumpal contohnya omeprazole lansoprazole. Kalau ada 3 jenis obat berarti spuitnya 3 juga,' komentar akun @sin*****a_.
'Bah, ini mau racik minuman atau apa sich?,' tulis akun @ta****md yang juga berprofil sebagai seorang dokter.
Dikatakan akun tersebut, bidan Zainab tak melakukan pemeriksaan laboratorium maupun scan kepada pasiennya.
Meski demikian, bidan Zainab meminta pasien untuk melakukan perawatan selama satu minggu.
Usai menjalani perawatan seminggu, pasien malah semakin memburuk dan kembali diberikan suntikan oleh bidan Zainab.
Namun keluarga mengaku tak diberi penjelasan mengenai suntikan obat yang diberikan oleh bidan Zainab kepada pasien.
'Memberikan suntikan2 yg berbagai macam cairan yg banyak sesuai yg ada di video,' tulis unggahan akun tersebut.
Ketika dibawa ke rumah sakit, keluarga pasien dibuat terkejut dengan diagnosis dokter yang mengatakan bahwa pasien mengalami pembengkakan ginjal dan disarankan untuk melakukan cuci darah rutin.
Padahal sebelumnya, kondisi ginjal pasien dalam keadaan sehat dan tak bermasalah.
Sempat menjalani cuci darah enam kali, pasien bidan Zainab itu akhirnya meninggal pada Januari 2024.
Kini pihak keluarga meminta keadilan agar aksi bidan Zainab yang disebut merangkap sebagai lurah itu tak kembali terulang.*(LZ)
Editor : Laila Zakiya