Bungker Belanda di kompleks Balai Kota Solo yang kini jadi jujukan wisatawan. (M IHSAN/RADAR SOLO)Kota ini sejatinya adalah sebuah "museum raksasa" yang menyimpan banyak rahasia sejarah, salah satunya adalah keberadaan Bungker Belanda yang tersembunyi di balik gedung pemerintahan.
Bungker kuno Belanda ini terletak tepat di bawah area Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) di kompleks Balai Kota Solo.
Penemuannya terjadi secara tidak sengaja saat Pemerintah Kota Solo berencana membangun gedung dinas tersebut beberapa waktu lalu.
Pusat Perlindungan dan Gudang Logistik
Bangunan ini diperkirakan dibangun antara akhir tahun 1800 hingga awal tahun 1900.
Pada masa itu, kompleks Balai Kota Solo berfungsi sebagai rumah Residen Belanda sekaligus pusat pemerintahan kolonial.
Sebagai bangunan militer, bunker ini dirancang khusus untuk tempat berlindung dari serangan musuh.
Keberadaannya sangat krusial bagi pihak Belanda di masa perang karena lokasinya terpisah dari pusat militer utama mereka, yakni Benteng Vastenburg.
Selain sebagai tempat perlindungan bagi Residen dan stafnya, bungker ini juga memiliki fungsi strategis lainnya, yaitu:
-
Penyimpanan Senjata: Menjadi gudang amunisi darurat.
-
Logistik: Tempat menyimpan cadangan kebutuhan pokok saat perang.
-
Penyimpanan Barang Berharga: Digunakan sebagai brankas penyimpanan uang milik Bank Belanda (yang kini telah menjadi kantor Bank Indonesia Perwakilan Solo).
Arsitektur Unik dan Kokoh
Secara visual, Bungker Kuno Belanda ini memiliki ciri khas arsitektur kolonial yang sangat unik.
Struktur bangunannya berada di bawah tanah dengan atap melengkung yang sangat kokoh.
Terdapat tangga menurun menuju pintu utama serta ruangan berbentuk lorong yang terbagi menjadi beberapa bagian di dalamnya.
Dari Cagar Budaya Menuju Destinasi Wisata
Kini, fungsi bungker telah bergeser dari tempat pertahanan menjadi destinasi wisata sejarah.
Karena bentuknya yang estetik dan menyimpan nilai historis yang kuat, area ini sering dijadikan spot foto instagramable oleh masyarakat lokal maupun luar kota.
Bahkan, tak jarang lokasi ini dimanfaatkan sebagai latar foto pre-wedding.
Bunker Kuno Belanda telah ditetapkan sebagai salah satu Cagar Budaya di Kota Solo. Masyarakat dapat mengunjungi situs sejarah bawah tanah ini secara gratis setiap harinya selama jam operasional Balai Kota. (ul/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono