Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Unik! Bolen Jambu Air Jadi Ciri Khas Desa Pranan Polokarto

Iwan Kawul • Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:10 WIB

Bolen Isi Selai Jambu, Inovasi Ibu-Ibu PKK Desa Pranan Angkat Potensi Lokal
Bolen Isi Selai Jambu, Inovasi Ibu-Ibu PKK Desa Pranan Angkat Potensi Lokal

SOLOBALAPAN.COM – Bolen umumnya identik dengan isian cokelat atau keju. Namun di Desa Pranan, Kecamatan Polokarto, bolen tampil berbeda.

Di tangan ibu-ibu PKK, kue berlapis pastry itu justru diisi selai jambu air yang manis-segar, menghadirkan sensasi rasa unik sekaligus menjadi identitas kuliner desa.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Pranan, Endang Purwantini, mengatakan inovasi tersebut berangkat dari kondisi desa yang dikenal sebagai sentra jambu air. Hampir seluruh warga menanam jambu air di pekarangan maupun kebun mereka.

“Kalau di tempat lain bolen isinya cokelat, di sini kami isi selai jambu. Karena memang Pranan ini desa penghasil jambu air. Hampir setiap rumah punya pohon jambu,” ujar Endang saat ditemui di sela kegiatan PKK.

Baca Juga: Insanul Fahmi Bikin Risih! Pegawai Inara Rusli Beber Kelakuan Suami Wardatina Mawa yang Ngebet ke Sang Artis

Menurutnya, kreativitas itu muncul terutama saat musim panen raya. Ketika produksi melimpah, harga jambu air di pasaran kerap turun drastis. Agar buah tidak terbuang percuma dan tetap memiliki nilai tambah, ibu-ibu PKK mengolahnya menjadi berbagai produk.

“Biasanya kami membuat saat panen raya, ketika harga jambu murah. Daripada dijual sangat murah, lebih baik diolah. Selain itu juga sering dibuat kalau ada acara desa,” jelasnya.

Proses pembuatannya relatif sederhana, namun membutuhkan ketelatenan. Jambu air matang dipilih dan dicuci bersih, kemudian diolah menjadi selai.

Selai inilah yang menjadi isian bolen. Perpaduan tekstur pastry yang renyah dengan selai jambu yang lembut menghasilkan rasa manis dengan sentuhan segar khas buah tropis.

Tak hanya bolen, jambu air juga menginspirasi kreasi lain. Dadar gulung yang biasanya berisi kelapa manis, di Pranan diisi selai jambu. Warna merah muda alami dari buah tersebut membuat tampilannya semakin menarik.

“Kalau dadar gulung biasanya isi kelapa, di sini kami isi selai jambu. Rasanya beda, ada segarnya,” katanya.

Kreasi lainnya adalah bolu dengan topping jambu. Parutan jambu air diperas, lalu sari buahnya dimanfaatkan sebagai topping, memberikan aroma dan rasa khas yang ringan namun menyegarkan.

Baca Juga: Tarawih Berjamaah vs Sendirian: Mana yang Pahalanya Lebih Besar? Simak Hadis dan Pendapat Ulama

Selain itu, jambu air juga diolah menjadi selai kemasan dan sirup yang dapat dinikmati lebih lama, sekaligus berpotensi menjadi oleh-oleh khas desa.

Endang menuturkan, inovasi ini bukan sekadar soal rasa, tetapi juga bagian dari pemberdayaan ekonomi keluarga. Dengan mengolah hasil kebun sendiri, ibu-ibu dapat menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan nilai jual produk.

“Kami ingin jambu air ini tidak hanya dijual sebagai buah segar, tetapi memiliki nilai tambah. Harapannya bisa menjadi ciri khas Desa Pranan,” ungkapnya.

POTENSIAL : Hasil kreatifitas Ibu-Ibu PKK Desa pranan mengolah jambu air menjadi berbagai kuliner desa yang sangat menarik.
POTENSIAL : Hasil kreatifitas Ibu-Ibu PKK Desa pranan mengolah jambu air menjadi berbagai kuliner desa yang sangat menarik.

Di balik kelembutan bolen isi selai jambu tersebut, tersimpan semangat gotong royong dan kreativitas warga. Dari kebun sederhana di pekarangan rumah, lahir sajian yang tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menjadi simbol kearifan lokal.

Bagi warga Pranan, jambu air bukan sekadar buah musiman, melainkan inspirasi kuliner sekaligus harapan kesejahteraan yang tumbuh dari tanah sendiri. (kwl/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#Ibu-Ibu PKK #selai jambu air #tim penggerak PKK #kuliner desa #Desa Pranan #Kecamatan Polokarto #bolen