Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Tak Hanya Umbul, Klaten Punya Museum Gratis yang Simpan Harta Karun Emas Warisan Mataram Kuno

Didi Agung Eko Purnomo • Senin, 15 September 2025 | 01:24 WIB
Pengunjung sedang melihat koleksi yang dipamerkan di ruang indoor Museum Daerah Kabupaten Klaten, Jumat (12/9/25).
Pengunjung sedang melihat koleksi yang dipamerkan di ruang indoor Museum Daerah Kabupaten Klaten, Jumat (12/9/25).

SOLOBALAPAN.COM - Selama ini, Kabupaten Klaten identik dengan julukan "Kota Seribu Mata Air" berkat wisata umbulnya yang melimpah.

Namun, di jantung kota, tersimpan sebuah destinasi edukatif yang tak kalah menarik: Museum Daerah Kabupaten Klaten.

Berlokasi di kompleks Monumen Juang 45, museum ini menjadi rumah bagi ratusan koleksi bersejarah, mulai dari arca peninggalan Mataram Kuno hingga replika harta karun emas legendaris.

Kabar baiknya lagi, pengunjung bisa menikmati semua ini secara gratis.

Menyusuri Jejak Mataram Kuno hingga Perdagangan Kuno

Meskipun tidak terlalu luas, museum ini menyimpan koleksi yang sangat beragam.

Memasuki ruang pamer indoor, pengunjung akan diajak kembali ke masa kejayaan Mataram Kuno.

Berbagai arca seperti Ganesha dan Mahakala, serta batuan candi, menjadi bukti bahwa Klaten adalah wilayah penting di masa lalu.

Di sudut lain, terpajang koleksi gerabah dan keramik kuno yang membuktikan adanya jalur perdagangan dengan China dan Vietnam sejak abad ke-7.

Namun, primadona di ruangan ini adalah replika Harta Karun Emas Wonoboyo.

"Yang asli itu ada di Museum Nasional Jakarta. Emas Wonoboyo ini juga bisa dianggap sebagai bukti bahwa Klaten itu dulu pernah menjadi salah satu tempat penting bagi Mataram Kuno,” jelas Airell, petugas teknis museum.

Warisan Budaya Klaten yang Hidup

Museum ini tidak hanya menyimpan benda-benda dari masa lalu yang jauh. Ia juga menjadi etalase bagi warisan budaya Klaten yang masih lestari hingga kini, seperti:

Tujuan Edukasi, Bukan Sekadar Penyimpanan

Menurut Airell, tujuan utama dari museum ini bukan hanya untuk menyimpan benda bersejarah, tetapi juga untuk menyebarkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya kepada masyarakat.

“Tujuan utama museum ini... bagaimana nilai-nilai dari benda sejarah itu bisa tersampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Hal ini terbukti dari ramainya kunjungan dari kalangan pelajar. Sejak dibuka, museum ini telah dikunjungi lebih dari 5.200 orang, yang didominasi oleh siswa sekolah.

Informasi Praktis untuk Pengunjung

Museum Daerah Kabupaten Klaten adalah bukti bahwa wisata di Klaten tak melulu soal air.

Ini adalah destinasi sempurna bagi keluarga, pelajar, dan siapa saja yang ingin belajar lebih dalam tentang kekayaan sejarah dan budaya yang membentuk Klaten, tanpa perlu merogoh kocek. (mg6/did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#umbul #klaten #museum