Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Solo Street Art Market Jadi Magnet Wisata Malam, Bukti Seni Bisa Dinikmati Semua Kalangan

Damianus Bram • Rabu, 10 September 2025 | 23:37 WIB
Pengunjung sedang memilih produk Street Art Market yang dijajakan di koridor Gatot Subroto, Sabtu (6/9/2025)
Pengunjung sedang memilih produk Street Art Market yang dijajakan di koridor Gatot Subroto, Sabtu (6/9/2025)

SOLOBALAPAN.COM – Kota Solo semakin meneguhkan diri sebagai Kota Budaya. Julukan ini tidak sekadar label, tetapi tercermin nyata dalam kehidupan warganya yang lekat dengan seni, tradisi, dan kreativitas.

Salah satu buktinya adalah Solo Street Art Market yang berlokasi di Koridor Gatsu, Jl. Gatot Subroto, Kemlayan, Serengan, Surakarta.

Event ini kini menjelma sebagai magnet wisata malam dan ruang ekspresi seni publik.

Setiap Jumat dan Sabtu malam, kawasan tersebut selalu ramai pengunjung. Keberhasilan ini tak lepas dari inisiatif komunitas Solo is Solo yang menghidupkan tempat ini menjadi wadah seni terbuka.

Ruang Apresiasi untuk Seniman

Puluhan pelaku seni menampilkan karya dan produk mereka, mulai dari musik, sulap, seni lukis, barang antik, hingga kerajinan tangan.

Bagi seniman, Solo Street Art Market menjadi wadah untuk memperkenalkan karya mereka langsung kepada masyarakat.

Profesi yang kerap dipandang sebelah mata kini mendapat ruang apresiasi terbuka.

Night market udah berhasil banget jadi wadah buat memperkuat brand awareness dilihat dari crowd-nya dan konsistensi mereka yang selalu jualan di sini. Alhasil orang selalu tau mereka (seniman) itu jualan di night market dan makin hapal juga sama produk atau karya mereka,” ucap Dila, mahasiswa DKV, Sabtu (6/9/2025).

Dorong UMKM dan Wisata Kuliner

Tak hanya menampilkan karya seni, event ini juga membuka peluang ekonomi bagi UMKM lokal.

Deretan stand kuliner berjajar rapi di Street Food Kemlayan, menyajikan aneka jajanan seperti lumpia, wedang ronde, telur gulung, es potong, hingga burger.

Pengunjung pun datang bukan hanya dari Solo, tetapi juga wisatawan luar kota hingga turis mancanegara yang penasaran dengan nuansa seni jalanan khas Solo.

Menurut Nidaa, salah satu pengunjung, acara ini memberi manfaat ganda.

“Dari sisi seniman tentu bisa memperkenalkan karya-karya mereka ya, yang jenisnya banyak banget. Mulai dari seni musik, karya seni lukis, sampai kreasi kayak akrilik, bracelet, ganci, pokok semuanya ada. Terus bagi penikmatnya pun ini menarik banget karena bisa nemu banyak barang lucu dan jasa-jasa kayak art photobox, tattoo, segala macam,” ujarnya.

Seni Tak Harus Eksklusif

Keberadaan Solo Street Art Market membuktikan bahwa seni tidak selalu harus dipamerkan di galeri eksklusif.

Justru ketika dibawa ke jalanan, seni menjadi lebih dekat, mudah dijangkau, dan bisa dinikmati semua kalangan. (mg4/dam)

 

Editor : Damianus Bram
#solo street art market