SOLOBALAPAN.COM – Sejak diresmikan pada 2022, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo langsung menjelma menjadi ikon baru Kota Bengawan.
Tak hanya sebagai rumah ibadah, masjid megah yang berdiri di kawasan Gilingan, Banjarsari ini kini juga populer sebagai destinasi religi favorit generasi muda hingga kreator konten.
Dengan desain arsitektur khas Timur Tengah, masjid ini didominasi warna putih bersih, kubah besar yang anggun, menara menjulang, serta detail ukiran megah yang membuat siapa pun terpesona.
Hampir setiap sudutnya menjadi spot foto instagramable, tak heran jika unggahan tentang masjid ini ramai berseliweran di Instagram hingga TikTok.
“Kalau ke sini rasanya kaya ke luar negeri. Bangunannya indah banget, cocok banget buat foto-foto tapi tetap bisa sambil ibadah,” ujar Dinda, pengunjung asal Boyolali kepada SoloBalapan.com.
Magnet Bagi Generasi Muda dan Kreator Konten
Kehadiran Masjid Raya Sheikh Zayed Solo memberi pengalaman baru bagi anak muda yang ingin berwisata religi sekaligus menikmati suasana modern.
Banyak konten kreator menjadikan masjid ini latar video blog, konten fashion muslim, hingga dokumentasi perjalanan dengan nuansa religius yang tetap estetik.
Namun, pihak pengelola tetap mengingatkan pengunjung agar tidak melupakan fungsi utama masjid.
“Kami senang masjid ini ramai dikunjungi, terutama oleh anak-anak muda. Tapi kami juga berharap mereka tetap menghormati fungsi utama masjid sebagai tempat ibadah,” jelas Irin, salah satu staf masjid.
Pusat Aktivitas Keagamaan dan Wisata Religi
Selain menjadi ikon visual, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo juga rutin menggelar berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari kajian hingga perayaan hari besar Islam.
Fasilitas yang lengkap, area luas, serta akses yang mudah membuat masjid ini nyaman dikunjungi keluarga, komunitas, maupun wisatawan.
Masjid Raya Sheikh Zayed Solo kini bukan hanya simbol persahabatan Indonesia dan Uni Emirat Arab, tetapi juga penanda era baru wisata religi di Indonesia.
Masjid ini hadir sebagai ruang inklusif yang mampu mendekatkan nilai spiritual dengan generasi muda dan masyarakat modern. (mg5/dam)
Editor : Damianus Bram