SOLOBALAPAN.COM – Jika berbicara tentang Kota Solo, identik dengan budaya, sejarah, dan suasana klasik yang tak lekang oleh waktu.
Salah satu destinasi yang paling mencerminkan itu adalah Pasar Triwindu, pasar legendaris di kawasan Ngarsopuro yang kini menjadi ikon wisata.
Sejak lama, Pasar Triwindu dikenal sebagai pusat perdagangan barang antik.
Namun, di era digital, pasar ini juga semakin digandrungi anak muda karena nuansanya yang estetik dan Instagramable.
Perpaduan antara koleksi barang bersejarah dengan spot foto unik menjadikan Pasar Triwindu selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai kalangan.
Jejak Sejarah Pasar Triwindu
Pasar Triwindu dibangun pada masa kepemimpinan K.G.P.A.A. Mangkoenagoro IV tahun 1939 sebagai hadiah peringatan kenaikan tahta ke-24.
Nama "triwindu" sendiri berarti tiga windu atau 24 tahun.
Awalnya, pasar ini hanyalah bangunan sederhana dengan meja-meja kayu untuk menjual kue tradisional, pakaian, majalah, dan koran.
Seiring perkembangan, Pasar Triwindu terus bertransformasi. Pada tahun 2008, pasar ini dipugar menjadi bangunan dua lantai dengan arsitektur yang menyesuaikan wajah Kota Solo.
Kini, Pasar Triwindu dikenal sebagai pusat barang antik sekaligus destinasi wisata foto yang hits di media sosial.
Surga Kolektor Barang Antik
Memasuki area pasar, pengunjung akan disambut deretan kios yang memajang berbagai benda bersejarah.
Mulai dari keris, wayang kulit, uang logam kuno, radio tua, patung kayu, hingga kamera jadul, semua tersusun rapi seolah membuka pintu ke masa lalu.
Tak heran, Pasar Triwindu menjadi "surga" bagi kolektor dan pecinta sejarah. Setiap barang punya cerita, menjadikannya buruan langka yang bernilai tinggi.
Magnet Generasi Muda & Media Sosial
Tidak hanya kolektor, pasar ini juga populer di kalangan anak muda. Interior kios dengan nuansa vintage, cahaya lampu temaram, serta jajaran barang antik menciptakan latar foto yang estetik.
Banyak foto Pasar Triwindu viral di Instagram dan TikTok, sehingga pasar ini makin dikenal sebagai destinasi hits Solo.
Ikon Wisata Kota Solo
Kini, Pasar Triwindu telah menjelma menjadi ikon wisata budaya Kota Solo. Pemerintah juga aktif menata kawasan Ngarsopuro agar semakin nyaman bagi wisatawan.
Berbelanja barang antik di sini bukan sekadar transaksi, tetapi juga pengalaman wisata sejarah.
Pasar Triwindu seperti museum hidup, di mana pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan jejak budaya yang masih lestari hingga kini. (mg5/dam)
Editor : Damianus Bram