SOLOBALAPAN.COM – Museum Radya Pustaka dikenal sebagai museum tertua di Indonesia yang berdiri sejak 28 Oktober 1890.
Berlokasi di Jalan Slamet Riyadi No. 275, Surakarta, museum ini menyimpan berbagai koleksi peninggalan Keraton Surakarta dan kebudayaan Jawa.
Museum Radya Pustaka didirikan oleh K.R.A. Sasradiningrat IV yang kala itu menjabat sebagai Patih pada masa pemerintahan Sri Susuhunan Pakubuwono IX.
Salah satu koleksi yang kini menjadi perhatian adalah Mesin Jam Panggung peninggalan Susuhunan Pakubuwono I.
Jam kuno tersebut dahulu ditempatkan di Taman Keraton Kartasura pada tahun 1740, ketika pusat pemerintahan Mataram masih berada di Kartasura.
Mesin jam ini tersusun dari roda gigi yang berfungsi menggerakkan jarum penunjuk waktu, meski kini sudah tidak lagi beroperasi.
Menariknya, jam panggung tersebut sudah ada sebelum peristiwa Geger Pacinan.
Hal ini menjadi penanda bahwa Mataram mulai mengenal kesadaran modern dalam mengukur waktu, di saat masyarakat Jawa masih mengandalkan tanda alam seperti kokok ayam atau pergerakan matahari dan bulan.
Kini, koleksi jam panggung di Museum Radya Pustaka menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Selain melihat langsung mesin bersejarah itu, wisatawan juga dapat mempelajari perkembangan Keraton Surakarta dari masa ke masa.
Keberadaan mesin jam panggung ini menjadi saksi bisu bahwa waktu, tradisi, dan peradaban pernah berpadu indah di tanah Jawa.
Bagi masyarakat Solo maupun wisatawan, berkunjung ke Museum Radya Pustaka bukan sekadar melihat benda antik, melainkan juga menelusuri jejak panjang sejarah Nusantara yang terekam melalui koleksi berharga. (mg5/dam)
Editor : Damianus Bram