Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

6 Destinasi Wisata Sejarah di Solo untuk Rayakan Libur HUT RI ke-80, Wajib Dikunjungi untuk Mengenang Jasa Pahlawan

Didi Agung Eko Purnomo • Senin, 18 Agustus 2025 | 01:41 WIB
Potret Gedung Djoeang ’45 Solo .
Potret Gedung Djoeang ’45 Solo .

SOLOBALAPAN.COM - Peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 RI yang jatuh tepat hari ini, Minggu (17/8/2025), adalah momen sempurna untuk merayakannya dengan cara yang berbeda.

Di Kota Solo, jejak perjuangan para pahlawan masih tersimpan rapi di berbagai sudut kota, menunggu untuk ditelusuri kembali.

Tak hanya menjadi pusat kebudayaan Jawa, Solo menyimpan beragam situs bersejarah yang menjadi saksi bisu perjalanan bangsa.

Berikut adalah enam destinasi wisata sejarah di Solo yang bisa Anda kunjungi untuk mengisi libur kemerdekaan sambil mengenang jasa para pahlawan.

1. Gedung Djoeang ‘45

Terletak di kawasan Pasar Kliwon, gedung dengan arsitektur khas Eropa ini dulunya adalah klinik bagi para tentara karena lokasinya yang strategis dekat dengan Benteng Vastenburg.

Sejarah mencatat, gedung ini pernah menjadi markas tentara Jepang sebelum akhirnya kini menjadi museum perjuangan.

Tempat ini sangat cocok untuk merasakan atmosfer masa kolonial dan menjadi spot foto yang sangat populer.

2. Keraton Surakarta Hadiningrat

Sebuah kunjungan ke Solo tidak akan lengkap tanpa menjejakkan kaki di Keraton Surakarta.

Sebagai pusat peradaban Mataram Islam, keraton ini adalah saksi bisu dari perlawanan diplomatis dan budaya terhadap kolonialisme.

Di dalamnya, Anda bisa melihat berbagai pusaka, gamelan, dan artefak bersejarah yang menceritakan kejayaan dan perjuangan Kasunanan Surakarta.

3. Loji Gandrung

Berdiri megah di Jalan Slamet Riyadi, Loji Gandrung kini dikenal sebagai rumah dinas Wali Kota Solo.

Namun, di masa perjuangan, bangunan ini memiliki peran vital. Jenderal Gatot Subroto pernah menggunakannya sebagai pusat penyusunan strategi perang.

Presiden Soekarno pun sering singgah di tempat ini saat berkunjung ke Solo, menjadikannya salah satu titik penting dalam sejarah awal kemerdekaan.

4. Bunker Kuno Balai Kota

Di sudut kompleks Balai Kota Surakarta, tersembunyi sebuah bunker peninggalan Belanda yang diperkirakan dibangun pada tahun 1800-an.

Ditemukan kembali pada tahun 2012, bunker ini menjadi bukti nyata sistem pertahanan kolonial di jantung kota.

Bunker ini terbuka untuk umum dan bisa diakses secara gratis, menawarkan pengalaman unik melihat langsung sisa-sisa pertahanan masa lalu.

5. Benteng Vastenburg

Dibangun pada abad ke-18, benteng ini adalah simbol kekuasaan kolonial Belanda yang dibangun untuk mengawasi Keraton Surakarta.

Setelah kemerdekaan, benteng ini diambil alih dan sempat digunakan sebagai markas TNI.

Kini, Benteng Vastenburg telah menjadi ruang publik yang megah, sering digunakan untuk berbagai acara budaya dan menjadi pengingat akan peralihan kekuasaan dari penjajah ke tangan bangsa Indonesia.

6. Pura Mangkunegaran

Istana yang megah dengan perpaduan arsitektur Jawa dan Eropa ini bukan hanya sekadar kediaman para adipati.

Pura Mangkunegaran adalah pusat dari legiun prajurit elite yang sangat disegani oleh Belanda.

Mengunjungi tempat ini akan memberikan gambaran tentang kekuatan dan kedaulatan praja Mangkunegaran yang berperan penting dalam dinamika perjuangan di tanah Jawa.

Lebih dari Sekadar Rekreasi

Mengunjungi tempat-tempat ini di Hari Kemerdekaan bukan hanya sekadar rekreasi.

Ini adalah sebuah perjalanan napak tilas, sebuah cara untuk menyerap energi perjuangan dan menghargai pengorbanan para pahlawan yang telah meletakkan fondasi bagi bangsa ini.

Selamat merayakan HUT ke-80 RI dengan cara yang lebih bermakna! (mg6/did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#wisata #Jasa Pahlawan #sejarah #destinasi #HUT RI Ke 80