SOLOBALAPAN.COM – Jika kamu pecinta sejarah, khususnya dunia pers dan jurnalistik, Solo punya destinasi edukasi yang sayang untuk dilewatkan.
Terletak di Jl. Gajahmada No.59, Timuran, Banjarsari, berdiri Monumen Pers Nasional yang menyimpan jejak panjang perjalanan pers Indonesia.
Museum ini memiliki ribuan koleksi berharga, mulai dari arsip koran lama, majalah, foto dokumentasi, hingga berbagai benda peninggalan jurnalistik.
Koleksi tersebut menjadi saksi perkembangan media dari masa ke masa, terutama sejarah pers di Surakarta.
Pengunjung bisa menjelajahi berbagai ruangan seperti museum sejarah pers, ruang e-paper, arsip, ruang audiovisual, digitalisasi, ruang kemala, perpustakaan anak, hingga perpustakaan umum.
Tak kalah menarik, Monumen Pers juga memamerkan mesin ketik kuno, radio jadul, hingga telepon lawas yang didatangkan dari Jerman, Inggris, dan Swedia.
Dan kabar baiknya, semua fasilitas di museum ini bisa dinikmati gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun.
“Gratis, semua layanan itu gratis,” ujar Fathun, tour guide Monumen Pers, saat memandu tim SoloBalapan.com, Jumat (15/8/2025).
Bangunan bersejarah ini diresmikan pada 9 Februari 1978 oleh Presiden Soeharto, sekaligus menjadi saksi lahirnya Hari Pers Nasional yang diperingati hingga kini.
Selain ruang pamer tetap, Monumen Pers juga rutin menggelar berbagai kegiatan edukasi seperti bedah arsip, pelatihan jurnalistik, hingga diskusi publik yang terbuka untuk umum, semuanya tetap gratis.
Bagi anak muda, museum ini juga punya banyak spot Instagramable yang membuat kunjungan semakin berkesan.
Monumen Pers buka setiap Senin–Sabtu pukul 09.00–15.00 WIB, dan lokasinya mudah dijangkau baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
Jadi, kalau kamu ingin belajar sejarah pers sekaligus menikmati wisata edukasi tanpa biaya, Monumen Pers Solo wajib ada di daftar kunjunganmu! (mg4/dam)
Editor : Damianus Bram