Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Menyusuri Jejak Penemu Fosil di Klaster Manyarejo, Wajah Lain Museum Purbakala Sangiran

Didi Agung Eko Purnomo • Jumat, 15 Agustus 2025 | 04:08 WIB
Ruang Pamer Utama Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Manyarejo, Manyarejo, Plupuh, Sragen, Rabu (13/08/25)
Ruang Pamer Utama Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Manyarejo, Manyarejo, Plupuh, Sragen, Rabu (13/08/25)

SOLOBALAPAN.COM - Di antara lima klaster megah Situs Purbakala Sangiran, Klaster Manyarejo menawarkan sebuah pengalaman yang berbeda dan lebih personal.

Museum ini tidak hanya memamerkan fosil manusia purba, tetapi juga didedikasikan sebagai bentuk apresiasi bagi para pahlawan tak terlihat: warga lokal dan para peneliti yang berjasa besar dalam setiap penemuan di Sangiran.

Bagi Anda yang ingin melihat sisi lain dari warisan dunia ini, Klaster Manyarejo adalah destinasi yang wajib dikunjungi.

Diorama Ekskavasi Outdoor yang Memukau

Perjalanan di museum ini dimulai dengan harga tiket yang sangat terjangkau, hanya Rp5.000 per orang.

Setelah menapaki anak tangga, pengunjung akan langsung disambut oleh daya tarik utama klaster ini: sebuah diorama kotak ekskavasi raksasa di ruang terbuka (outdoor).

Di sini, pengunjung dapat melihat secara langsung fragmen-fragmen fosil seperti tulang kaki mamalia, tengkorak banteng, hingga tulang panggul gajah yang masih tertanam persis seperti saat pertama kali ditemukan.

Ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana para peneliti bekerja di lapangan.

Display kotak ekskavasi yang berisi fosil-fosil temuan asli di Manyarejo
Display kotak ekskavasi yang berisi fosil-fosil temuan asli di Manyarejo

Kisah Penemu Lokal dan Legenda Balung Buto

Memasuki ruang pamer utama (indoor), pengunjung tidak langsung disuguhi fosil, melainkan suara dari media audio visual yang menampilkan ungkapan tulus dari para warga lokal penemu fosil.

Di sampingnya, terpampang kisah "Babad Tanah Sangiran" hingga legenda "Balung Buto"—mitos tentang tulang raksasa yang menjadi cerita rakyat turun-temurun di masyarakat setempat.

Barulah setelah itu, deretan koleksi fosil hewan purba seperti rahang buaya, kepala kerbau, hingga bola batu yang digunakan manusia purba untuk berburu, dipamerkan dengan rapi.

Perjalanan institusi peneliti Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) di Sangiran, Rabu (13/08/25)
Perjalanan institusi peneliti Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) di Sangiran, Rabu (13/08/25)

Menghargai Sinergi Peneliti dan Warga

Salah satu bagian paling menyentuh dari museum ini adalah galeri yang menampilkan perjalanan panjang Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) di Sangiran.

Melalui foto-foto dokumentasi lawas, terlihat jelas bagaimana sinergi dan kerja sama yang erat antara para peneliti dan warga lokal terjalin saat melakukan ekskavasi.

Pengalaman menjadi semakin edukatif berkat monitor audio visual interaktif yang tersebar di berbagai sudut, memungkinkan pengunjung untuk belajar secara mandiri.

Lebih dari Sekadar Wisata Sejarah

Mengunjungi Klaster Manyarejo bukan hanya sekadar wisata melihat fosil, melainkan sebuah perjalanan untuk menghargai proses di balik penemuan besar.

Ini adalah momen untuk terkoneksi dengan masa lalu sambil memberikan penghormatan kepada dedikasi para peneliti dan kearifan warga lokal yang telah menemukan dan menjaga warisan dunia ini untuk kita semua. (mg6/did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#sangiran