Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Traveling ke Sragen: Menyelami Tradisi Sedekah Bumi di Gondang Mayang

Ahmad Khairudin • Senin, 11 Agustus 2025 | 18:40 WIB

Pesona Gondang Mayang: Tradisi Sedekah Bumi yang Penuh Kehangatan
Pesona Gondang Mayang: Tradisi Sedekah Bumi yang Penuh Kehangatan

SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Suasana pagi yang sejuk, kabut tipis menyelimuti hamparan sawah hijau, dan aroma tanah basah bercampur wangi jajanan tradisional menyambut setiap tamu yang tiba di Dusun Gondang Mayang, Desa Jono, Kecamatan Tanon.

Gondang Mayang bukanlah destinasi megah dengan resor mewah. Justru di sini letak pesonanya—desa yang menawarkan kehangatan warga, kekayaan tradisi, dan semangat kebersamaan yang menular.

Beberapa hari lalu, pelancong berkesempatan menyaksikan langsung tradisi Sedekah Bumi, sebuah acara tahunan yang bukan hanya perayaan syukur atas panen, tetapi juga perjalanan menyelami jiwa desa yang sarat makna.

Baca Juga: Viral! Belatung Ditemukan di Menu Makan Bergizi Gratis di Sorong, BGN Sampaikan Permintaan Maaf

Perjalanan dari Solo ke Gondang Mayang memakan waktu sekitar 45 menit. Jalan kecil berkelok di antara hamparan sawah dan kebun membuat hati tenang, seolah waktu melambat.

Sesampainya di dusun, warga menyambut ramah. Sebagian sudah sibuk menyiapkan acara.
“Selamat datang, ikut rebut gunungan, ya?” sapa seorang ibu dengan mata berbinar.

Di dekat sumur tua—yang diyakini sebagai sumber mata air pertama desa—tersaji tumpeng-tumpeng cantik lengkap dengan jajanan tradisional seperti jadah, wajik, dan ayam ingkung harum menggoda. Doa bersama mengawali acara, diiringi getaran haru yang terasa di setiap ucapan syukur.

Baca Juga: Ngabisin Duit Rp6,7 Miliar, Film Animasi Merah Putih: One For All Ketahuan Beli Aset 3D di Platform Berbayar? Geger Netizen Temukan Ini!

Kemudian, kirab gunungan hasil bumi menjadi sorotan. Gunungan berisi cabai merah menyala, terong ungu, ketela, kelapa, dan buah segar, dipikul para pemuda desa. Warga mengikuti arak-arakan, diiringi tabuhan gendang dan sorak sorai. Tokoh desa membawa cangkul dan sabit—simbol kebanggaan sebagai petani.

TURUN TEMURUN : Tradisi sedekah bumi di Gondang Sragen
TURUN TEMURUN : Tradisi sedekah bumi di Gondang Sragen

Puncak acara adalah perebutan gunungan. Begitu diturunkan, warga—terutama ibu-ibu dan anak-anak—berhamburan menyerbu.
“Ayo, ambil buahnya, biar dapat berkah!” teriak seorang bapak. Mereka percaya siapa pun yang mendapatkan hasil bumi akan diberkahi keselamatan dan rezeki.

Tak hanya ritual, hiburan rakyat pun memeriahkan suasana. Tarian reog dengan singa barong dan warok enerjik membuat penonton terpukau.
“Tradisi ini bikin kami kompak. Selain wujud syukur, juga bersih desa agar dijauhkan dari marabahaya,” tutur Endro Supriyadi, tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga: Apa Hubungan Alexander Tedja dan Davin S Wangsawidjaja? Crazy Rich Surabaya Suami Baru Vanessa Mantofa Benar Pemilik Pakuwon Group?

Sedekah Bumi di Gondang Mayang adalah cerminan Indonesia yang hidup—berakar pada tradisi, dipenuhi tawa, sorak, dan rasa kebersamaan yang tulus. (din/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#tradisi #sragen #sumur tua #gunungan hasil bumi #sedekah bumi