KARANGANYAR — Ingin merasakan suasana khas Jawa yang sarat tradisi? Kampung Wisata Wayang di Desa Jaten, Kabupaten Karanganyar, menghadirkan pengalaman budaya yang otentik di tengah pesona pedesaan yang masih alami.
Tempat ini menawarkan lebih dari sekadar wisata hiburan—di sini, setiap sudutnya adalah ruang belajar tentang warisan budaya Jawa.
Mulai dari lantunan gamelan yang syahdu hingga pertunjukan wayang kulit yang menggugah, wisatawan diajak menyelami kekayaan tradisi yang masih hidup dan berkembang.
Baca Juga: Jangan Klik! Link Video Andini Permata Viral Ternyata Berisi Jebakan Phishing dan Malware
Tak hanya menjadi penonton, pengunjung juga dapat terlibat langsung melalui berbagai aktivitas edukatif, seperti workshop membuat wayang kulit, pelatihan memainkan gamelan, hingga berinteraksi dengan para dalang dan pengrajin lokal.
Menurut Suryo Nogopati, inisiator Kampung Wisata Wayang, tempat ini lahir dari keprihatinan terhadap semakin pudarnya minat generasi muda terhadap budaya Jawa.
“Kami ingin membangun ruang bagi siapa saja yang mencintai tradisi Jawa, khususnya wayang dan gamelan. Supaya budaya ini tidak punah, tapi justru hidup di tengah masyarakat modern,” jelas Suryo saat ditemui di pendopo kampung wisata, Rabu (9/7).
Kampung ini dibangun dengan semangat gotong royong. Warga Desa Jaten berperan aktif menjaga dan merawat ekosistem budaya yang ada.
Beberapa rumah warga bahkan disulap menjadi galeri mini yang menampilkan koleksi wayang kulit, gamelan, hingga artefak budaya lainnya.
Bagi wisatawan, tempat ini menjadi oase budaya. Nuansa tempo dulu berpadu harmonis dengan keramahan penduduk.
Atmosfer kampung yang tenang, iringan gending tradisional, dan kehangatan interaksi dengan seniman lokal menjadikan pengalaman berkunjung ke sini benar-benar berkesan.
“Kami ingin menjadikan kampung ini bukan hanya destinasi wisata, tapi juga pusat pembelajaran budaya Jawa yang hidup dan membumi,” tambah Suryo.
Dengan konsep wisata keluarga yang edukatif dan penuh nilai budaya, Kampung Wisata Wayang Jaten menjadi pilihan menarik bagi siapa saja yang ingin berwisata sekaligus memperkaya wawasan tentang budaya adiluhung tanah Jawa. (rud/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto