Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Nama Boleh Sama, Tapi Rasa Berbeda! Ini Bedanya Nasi Liwet Bandung dan Solo

Laila Zakiya • Rabu, 14 Mei 2025 | 18:20 WIB

 

Nasi Liwet Solo.
Nasi Liwet Solo.

SOLOBALAPAN.COM – Nasi liwet merupakan salah satu sajian khas Nusantara yang terkenal karena cita rasanya yang gurih dan menggugah selera.

Namun, tahukah Anda bahwa ada dua varian nasi liwet populer yang berasal dari kota berbeda, yakni Bandung dan Solo?

Meskipun sama-sama bernama nasi liwet, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal bahan, penyajian, dan rasa.

Nasi liwet khas Bandung tidak dimasak dengan santan.

Proses memasaknya dimulai dengan menumis bumbu seperti cabai, bawang merah, bawang putih, serai, daun salam, dan ikan teri hingga harum.

Tumisan ini kemudian dicampur ke dalam beras sebelum dimasak bersama garam dan penyedap rasa.

Untuk lauk pendamping, nasi liwet Bandung disajikan bersama aneka pilihan seperti tahu, tempe, ayam atau ikan goreng, ikan asin, tumis kangkung, lalapan, sambal, serta jengkol atau pete.

Hidangan ini biasanya disajikan di atas daun pisang secara komunal, menggambarkan semangat kebersamaan masyarakat Sunda.

Tradisi makan bersama ini dikenal dengan sebutan botram, yang sering dilakukan saat kumpul keluarga atau acara khusus.

Berbeda dengan versi Bandung, nasi liwet khas Solo dimasak menggunakan santan yang dicampur langsung ke dalam beras bersama daun salam, serai, dan garam.

Baca Juga: Jay Idzes Antar Venezia FC Tumbangkan Fiorentina dan Keluar dari Zona Degradasi, Berapa Sisa Laga Serie A?

Setelah matang, nasi disajikan dengan areh—saus santan kental—yang menambah kekayaan rasa dan tekstur creamy.

Lauk pauknya antara lain ayam suwir, telur rebus, labu siam, opor, dan sambal goreng.

Cita rasanya cenderung manis, khas masakan Jawa Tengah.

Penyajiannya pun unik, menggunakan pincuk—wadah dari daun pisang yang dilipat menyerupai mangkuk.

Nasi liwet Bandung diyakini berasal dari kebiasaan masyarakat Sunda yang membawa bekal saat pergi ke ladang atau kebun.

Karena banyak wilayah Sunda berada di dataran tinggi, pohon kelapa sulit ditemukan, sehingga penggunaan santan tidak lazim.

Untuk menciptakan rasa gurih, mereka mengandalkan bumbu rempah-rempah yang kuat.

Sementara itu, nasi liwet Solo punya kisah berbeda.

Konon, hidangan ini terinspirasi dari nasi samin, makanan favorit Nabi Muhammad SAW.

Karena minyak samin sulit didapat, masyarakat menggantinya dengan santan dan air kelapa, lalu mengembangkan resepnya hingga menjadi nasi liwet khas Solo yang kita kenal saat ini.

Kedua jenis nasi liwet ini tak hanya menawarkan kelezatan rasa, tetapi juga mencerminkan budaya dan nilai kebersamaan yang kuat dari masing-masing daerah.

Baik nasi liwet Bandung maupun Solo memiliki tempat tersendiri di hati para pecinta kuliner Nusantara. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#nasi liwet #kuliner