SOLOBALAPAN.COM – Tersembunyi di balik tebing batu besar dan rimbunnya pepohonan, Sanghyang Heuleut menghadirkan pesona alam yang luar biasa.
Danau berwarna biru kehijauan ini terletak di Kampung Cipanas, Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
Destinasi ini dikenal sebagai wisata alam eksotis, terutama bagi wisatawan yang tertarik dengan keindahan geologi.
Pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas seru di Sanghyang Heuleut, seperti melompat dari tebing-tebing batu, berenang di air jernih, atau menyusuri jalan setapak yang mengarah ke dua gua tersembunyi di sekitarnya.
Asal-Usul Sanghyang Heuleut
Danau ini terbentuk dari letusan Gunung Sunda purba yang menciptakan sebuah cekungan besar.
Seiring waktu, cekungan tersebut dialiri oleh aliran Sungai Citarum hingga akhirnya membentuk danau alami dengan bebatuan purba mengelilinginya.
Masyarakat setempat juga menyebut Sanghyang Heuleut sebagai "kolam bidadari", karena dipercaya bahwa tempat ini dulunya menjadi lokasi para bidadari turun dari langit menggunakan pelangi untuk mandi.
Nama "Sanghyang Heuleut" memiliki makna sakral.
Dalam bahasa Sunda, "sanghyang" berarti suci, dan "heuleut" berarti jeda atau batas waktu.
Nama ini memperkuat kepercayaan masyarakat tentang tempat suci yang memiliki karakteristik ruang waktu yang istimewa.
Informasi Wisata Sanghyang Heuleut
- Harga Tiket Masuk: Rp10.000 per orang
- Biaya Parkir: Rp5.000 untuk kendaraan pribadi
- Jam Operasional:
Senin–Jumat: 08.00 – 16.00 WIB
Sabtu–Minggu: 07.00 – 17.00 WIB
- Kedalaman Danau: ±3 meter
- Fasilitas Tambahan:
Pemandu Wisata: Rp50.000 – Rp100.000 (sesuai kesepakatan)
Sewa Pelampung: Rp20.000 per orang
Dengan keindahan dan keaslian alam yang masih terjaga, Sanghyang Heuleut menjadi surga tersembunyi yang cocok untuk menenangkan diri.
Namun, penting untuk diingat: jaga selalu kebersihan, jangan merusak alam sekitar, dan hormati mitos serta kearifan lokal yang menyelimuti tempat ini. (MG7/lz)
Editor : Laila Zakiya