SOLOBALAPAN.COM - Gunung Tangkuban Parahu menjadi salah satu destinasi wisata populer di Jawa Barat.
Keindahan alam yang disuguhkannya cukup menarik para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Selain karena keindahan alamnya, wisata ini juga memiliki legenda yang menyertainya.
Tempat ini dinamai Gunung Tangkuban Parahu, yang mana dalam Bahasa Sunda memiliki arti perahu yang terbalik.
Dinamai demikian karena bentuk gunungnya yang menyerupai perahu yang posisinya terbalik, kawasan wisata ini berkaitan dengan legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi.
Sekilas menurut legenda yang beredar, Sangkuriang adalah seorang pemuda yang tanpa sadar jatuh cinta dengan ibunya sendiri yaitu Dayang Sumbi.
Sang ibu yang mengetahui hal itu tentu menolak keras dengan memberikan syarat mustahil syaratnya meminta Sangkuriang membuat sebuah danau dan perahu besar dalam waktu satu malam saja.
Sangkurian tentu tidak menyerah ia benar-benar melakukan syarat tersebut dengan bantuan makhluk gaib.
Saat hampir menyelesaikannya, Dayang Sumbi menggagalkan usaha itu dengan mengelabui Sangkuriang dengan mengatakan bahwa pagi hari sudah tiba.
Akhirnya, karena sangkuriang merasa dirinya dibohongi ia menendang perahu tersebut hingga terbalik dan jadilah legenda Gunung Tangkuban Parahu.
Namun secara geologis, sebenarnya Tangkuban Parahu ini adalah gunung berapi yang cukup aktif terbentuk dari letusan gunung Sunda purba ribuan tahun lalu.
Gunung ini memiliki beberapa kawah di dalamnya seperti Kawah Ratu, Domas, dan Upas yang masih mengeluarkan belerang dan aktifitas vulkanik.
Meskipun aktivitas di gunung ini selalu aktif, masyarakat sekitar gunung tersebut juga masih hidup berdampingan.
Walaupun begitu, masyarakat selalu diperingatkan dengan alarm kehati-hatian dari (PVMBG) atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
Meski masih menjadi Gunung dengan aktivitas vulkanik aktif, wisatawan masih datang silih bergantian dan menikmati indahnya destinasi yang menjadi simbol warisan budaya dan sejarah Sunda ini. (MG7/lz)
Editor : Laila Zakiya