Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Berenang, Mancing, dan Ngopi di Gazebo: Gini Serunya Liburan ke Sumber Pengilon

Angga Purenda • Jumat, 4 April 2025 | 17:17 WIB
Pengunjung saat memancing pada kolam ikan yang sumber airnya dari Sumber Pengilon di Desa Kahuman, Ngawen, Klaten.
Pengunjung saat memancing pada kolam ikan yang sumber airnya dari Sumber Pengilon di Desa Kahuman, Ngawen, Klaten.

SOLOBALAPAN.COM – Desa Kahuman, Kecamatan Ngawen, Klaten punya potensi alam yang keren banget, yaitu sumber mata air bernama Sumber Pengilon.

Airnya yang melimpah dimanfaatkan pemerintah desa buat dikembangkan jadi destinasi wisata air dan kolam pemancingan.

Harapannya, tempat ini bisa jadi andalan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes).

Menurut Kepala Dusun I Desa Kahuman, Ridwan, Sumber Pengilon punya ukuran sekitar 15 x 20 meter dengan kedalaman 1,2 meter.

Selama ini, sumber tersebut masih sering dipakai warga sekitar untuk berenang.

“Masyarakat kampung masih banyak (yang datang), sebabnya merasa Sedang Pengilon itu milik sendiri. Masih digunakan untuk umum,* ujar Ridwan saat di Kantor Desa Kahuman beberapa waktu lalu.

Selain buat pemandian, Sumber Pengilon juga jadi sumber air utama untuk dua kolam renang—satu buat anak-anak dan satu lagi buat dewasa—dengan kedalaman mulai dari 60 cm sampai 1,5 meter.

“Untuk airnya memang bersumber dari Sumber Pengilon itu dan sumur artesis. Pengelolaannya oleh BUMDes dengan tiket masuk Rp 5.000 per orang,” lanjut Ridwan.

Beberapa fasilitas penunjang juga tersedia di tempat ini, seperti gazebo, tempat ganti baju, kamar mandi, sampai warung makan.

Pengunjungnya lumayan ramai, apalagi kalau akhir pekan.

“Kalau lebih dari 100 orang di akhir pekan juga. Tetapi kalau hari biasa masih di bawah itu. Kami terus jaga kualitas air dengan melakukan pengurasan seminggu dua kali,” jelasnya.

Meski begitu, Ridwan mengakui kalau wisata air ini belum berkembang maksimal karena keterbatasan anggaran.

Tapi dia tetap optimis dan berkomitmen buat terus mengembangkan potensi wisata ini biar makin banyak yang datang.

Sejumlah wisatawan tampak berenang pada pemandian yang airnya bersumber dari Sumber Pengilon, Desa Kahuman, Ngawen, Klaten.
Sejumlah wisatawan tampak berenang pada pemandian yang airnya bersumber dari Sumber Pengilon, Desa Kahuman, Ngawen, Klaten.

Selain pemandian, kawasan ini juga punya dua kolam pemancingan yang masih satu area.

Uniknya, kolam ini malah sering lebih ramai, terutama kalau ada lomba mancing. Pesertanya bisa lebih dari 50 orang!

“Untuk ikannya ada lele, bawal, dan tombro. Tebarnya dilakukan secara bergantian. Untuk memancing bisa mulai Rp 15.000 per orang hingga Rp 50.000 per orang kalau sudah masuk dalam kategori lomba karena ada hadiahnya. Besarannya juga ditentukan dari jenis ikannya,” tambah Ridwan.

Meski unit pemancingan terbilang cukup ramai, tapi kontribusinya terhadap PADes masih kecil.

Total pemasukan dari wisata air dan pemancingan selama tahun 2024 baru sekitar Rp 10 juta.

Makanya, pengembangan terus digenjot agar potensi ekonominya makin maksimal.

Ridwan juga menjelaskan kalau limpasan air dari kolam pemancingan—yang juga berasal dari Sumber Pengilon—dialirkan ke lahan pertanian di desa.

Termasuk tanah bengkok dan tanah kas desa yang luasnya mencapai 15 hektare.

“Kadang kalau sisa juga mengalir ke lahan para petani. Kadang juga jadi surplus, karena airnya begitu melimpah. Terutama di musim hujan,” tutupnya. (ren/lz)

Editor : Laila Zakiya
#wisata #sumber pengilon #klaten