Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Rekomendasi Kuliner Klaten: Nikmatnya Kepelan Khas Pedan dan Tahu Kupat Pak Tumbu yang Legendaris

Angga Purenda • Kamis, 3 April 2025 | 21:32 WIB
Tahu Kupat Pak Tumbu Klaten.
Tahu Kupat Pak Tumbu Klaten.

SOLOBALAPAN.COM - Jika berkunjung ke Kabupaten Klaten, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi aneka kuliner di Jalan Bhali.

Ruas jalan sepanjang kurang lebih 100 meter di pusat kota Klaten ini dikenal sebagai surga kuliner ala street food, yang ramai dikunjungi wisatawan dan warga lokal.

Setiap hari, mulai pukul 15.00 hingga malam, pedagang kaki lima (PKL) menjajakan beragam pilihan makanan.

Dari camilan ringan hingga hidangan utama, seperti gorengan, sate bakaran, donat, soto, bakso, hingga wedang ronde, semuanya bisa ditemukan di sini.

Kepelan, Camilan Khas Klaten yang Wajib Dicoba

Salah satu kuliner khas yang direkomendasikan adalah kepelan, jajanan tradisional dari Kecamatan Pedan.

Sekilas, kepelan tampak menyerupai nugget ayam, tetapi sebenarnya dibuat dari tepung terigu yang digoreng hingga menghasilkan cita rasa gurih.

Di pusat kuliner Jalan Bhali, terdapat dua pedagang yang menjajakan kepelan, salah satunya adalah Sri Wahyuni, 62 tahun.

Ia telah berjualan kepelan selama satu dekade, setelah sebelumnya berjualan di sekitar Alun-alun Klaten sebelum dipindahkan ke lokasi saat ini oleh pemerintah daerah.

“Dulu orang tua saya membuat kepelan di Pedan dengan isi daging koyor sapi. Namun, seiring waktu, kepelan berkembang dan kini tidak lagi memiliki isian, tetapi tetap gurih,” ujar Sri Wahyuni saat ditemui oleh tim Radar Solo.

Kepelan dibuat dari bahan sederhana, seperti tepung terigu, bawang, garam, penyedap rasa, dan sedikit soda kue.

Pada hari biasa, Sri bisa menghabiskan sekitar 18 kg tepung terigu per hari, sedangkan saat akhir pekan atau musim liburan, jumlahnya meningkat hingga 24 kg sehari.

Pengunjung dapat menikmati kepelan dengan harga mulai dari Rp 5.000 per porsi. Camilan ini semakin nikmat jika disantap bersama saus pedas yang tersedia.

“Pelanggan saya bukan hanya dari Klaten, tetapi juga dari Solo dan Yogyakarta. Banyak yang ketagihan dan selalu mampir untuk membeli kepelan,” ungkapnya. Menurutnya, belum lengkap rasanya ke Klaten jika belum mencicipi kepelan.

Tahu Kupat Pak Tumbu, Hidangan Legendaris Sejak 1992

Selain kepelan, Jalan Bhali juga dikenal dengan salah satu kuliner legendarisnya, yaitu Tahu Kupat Pak Tumbu.

Bahkan, sebelum ruas jalan ini ditetapkan sebagai pusat kuliner, warung tahu kupat ini sudah lebih dulu beroperasi sejak tahun 1992.

“Andalan kami adalah seporsi tahu kupat yang berisi kupat, bakwan, tempe, tahu, toge, kubis, seledri, dan bawang goreng.

Semua disajikan dengan ulekan bumbu kacang serta kuah gula jawa, menghasilkan perpaduan rasa manis, gurih, dan asin yang khas,” jelas Andreas Satria Kurniawan, 42 tahun, generasi ketiga pengelola Tahu Kupat Pak Tumbu.

Dalam satu hari, mereka bisa menghabiskan sekitar 2–3 kg kupat di hari biasa, sedangkan saat ramai, jumlahnya meningkat menjadi 4–5 kg, yang bisa menghasilkan sekitar 200–250 porsi tahu kupat.

Seporsi tahu kupat dijual seharga Rp 11.000, sedangkan jika ditambah telur ceplok atau dadar, harganya menjadi Rp 15.000.

Pelanggan tidak hanya berasal dari Klaten, tetapi juga dari luar kota, seperti Bekasi, Semarang, Solo, bahkan Medan.

“Harapan kami, dengan ditetapkannya Jalan Bhali sebagai pusat kuliner, usaha ini bisa semakin berkembang dan menarik lebih banyak pelanggan baru,” tambah Andre.

Jalan Bhali, Pusat Kuliner yang Semakin Populer

Dengan berbagai pilihan kuliner khas yang ditawarkan, Jalan Bhali semakin menarik perhatian sebagai destinasi wisata kuliner di Klaten.

Lokasi ini tidak hanya menjadi tempat bagi warga lokal untuk bersantap, tetapi juga menarik wisatawan dari berbagai daerah yang ingin mencicipi makanan khas dengan harga yang terjangkau.

Jika Anda berkunjung ke Klaten, pastikan Jalan Bhali ada dalam daftar tujuan wisata kuliner Anda! (ren/did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#kuliner klaten #pedan #legendaris #tahu kupat #kepelan #rekomendasi